Teluk Cendrawasih Pelindung Hiu Paus Pongo Jim Mayo

(Bagian 1)
Yanuarius Viodeogo
JAKARTA — Taman Nasional Teluk Cendrawasih bukan sekadar taman nasional tempat Hiu Paus melintas dan mencari makan ikan-ikan dan plakton kecil.

Taman nasional seluas 1.453.000 hektare itu sebagai lokasi hidupnya seekor ikan hiu paus bernama Pongo Jim Mayo. Pada 2011, ia mengalami luka parah di sirip kirinya. Luka dari ikan berkelamin jantan sepanjang 5,5 meter itu, kini berangsur pulih.

Marine Species Officer dari World Wildlife Fund (WWF)-Indonesia Casandra Tania mengatakan Pongo mengalami luka saat terkena mata kail yang terpasang di bagan nelayan. Bagan adalah alat tangkap perikanan yang berbentuk jaring angkat yang dioperasikan dengan alat bantu cahaya pada malam hari.

Baca: Menikmati Oksigen Alami Dari Kampung Sarongge

Casandra menuturkan luka Pongo sekarang dalam kondisi membaik. Dia bisa melihat luka Pongo dengan pantauan Photo ID. “Individu ini sering terlihat di TNTC, kami bisa memastikan bahwa ikan itu adalah Pongo yang mengalami luka sama dan memiliki pola titik tubuh yang sama juga,” ujar Casandra, Jumat (29/8/2014) lalu.

Pongo adalah nama yang diberikan tim peneliti dari WWF-Indonesia dan para nelayan yang dilibatkan memantau pergerakan Hiu Paus di TNTC. Ia adalah satu di antara 113 ekor hiu paus yang terindentifikasi berenang di perairan TNTC.

Dari hasil penelitian terdata 80% dari 113 ekor berjenis kelamin jantan dan sisanya 4 ekor adalah betina. Dengan alat Photo ID dapat diindetifikasi sejumlah ikan Hiu Paus yang berenang di TNTC.

Sementara dengan alat lainnya, WWF-Indonesia dan Balai Besar TNTC dapat mendata atau merekam keberadaan hiu paus mulai dari ukuran, usia, jumlah, dan pergerakan berenang dengan beberapa metode. Cara-cara pemantauan itu a.l pertama pemantauan melalui nelayan bagan.

Kedua, pengamatan langsung disebut Tenaga Pemantau Hiu Paus (TPHP). Ketiga, Photo ID yaitu kamera bawah air.

Keempat, pemantauan melalui alat radio bernama Radio Frequency Identification (RFID) dan kelima dengan teknik genetika mikrosatelit Pop-up Archival Satellite Tag (PSAT) yaitu dengan cara penyuntikkan PSAT langsung ke tubuh hiu paus.

Ciri ikan ini secara kasat mata memiliki bentuk kepala lebar dan gepeng di mulut, garis insang dan sirip punggung di sebelah punggung kiri, pola totol-totol putih dan garis dikulitnya berwarna keabu-abuan. Dengan kondisi permukaan air yang jernih, hiu paus begitu tampak besar.

Di perairan Indonesia panjangnya antara 7-8 meter. “Apa jumlahnya akan terus bertambah atau semakin menyusut,” tanya saya.

“Tidak bisa diprediksi. Tetapi kemungkinan bertambah karena tidak hanya ada di Teluk Cendrawasih, ikan ini juga muncul di sejumlah wilayah perairan Indonesia,” jawab Casandra.

Baca; Teluk Cendrawasih Pelindung Hiu Paus Pongo Jim Mayo

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.