Superman DC Comics Belum Menyerah

Ilustrasi: VCD animasi Superman. Sumber Pixabay

Bagian 2

DC Comics belum menyerah dan mengajukan gugatan lagi terbaru. Episode tidak berhenti di kasasi. PT Marxing Fam Makmur digugat lagi di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat bernomor 29/Pdt.Sus.Merek/PN.Niaga Jkt.Pst.

DC Comics masih menggugat Marxing Fam Makmur di kelas yang sama yakni 30 dan 34.

Dalam gugatan ini, DC Comics berdalil dengan sejumlah point. Tuntutan DC Comics minta kepada pengadilan agar menetapkan mereka satu-satunya pihak yang berhak atas merek Superman di Indonesia

Baca: DC Comics Bawa Superman Lokal ke Pengadilan (Bagian 1)

Berdasarkan berkas putusan yang diunggah Mahkamah Agung dibaca pada 25 November 2020 itu, tuntutan lain meminta kepada pengadilan agar membatalkan pendaftaran merek Marxing Fam Makmur dan memerintahkan supaya turut tergugat mencoret pendaftaran merek Superman di Daftar Umum Merek.

Ilustrasi: Makanan ringan. Sumber Pixabay

Ini dasar DC Comics menyatakan mereka sebagai merek terkenal:

  1. Penggugat adalah penerbit komik terbesar dan terkenal di Amerika Serikat dan dunia. Mereka berkecimpung di bidang perkomikan sejak 1934 hingga saat ini dengan menerbitkan ribuan komik bergenre superhero.
  2. Selama 80 tahun eksitensi dan konsitensi itu, bahwa penggugat meraih berbagai penghargaan terhadap karya-karyanya seperti World Records for the Longest-Running Superhero Comic Book Series dari Guiness World Records.
  3. Dengan tokoh karakter superhero diciptakan Jerry Siegel dan Joe Shuster terbit pertama kali pada April 1938 telah terjual hingga hari ini 600 juta kopi seluruh dunia.
  4. Tokoh Superman memiliki pengembangan bisnis lain seperti produk pakaian, tas-tas, alat tulis dan lainnya. Pengembangan bisnis seperti gerai di pusat perbelanjaan di Indonesia. Penggugat menyatakan telah banyak mengeluarkan tenaga dan biaya besar dalam rangka mengembangkan dan mempublikasikan merek-merek miliknya internasional termasuk Indonesia. Secara terus menerus melalui investasi, produksi, pemasaran atau promosi, pendaftaran merek-mereknya demi memperkenalkan Superman dan merek.

Dalam putusan tersebut, DC Comics mengajukan merek Superman, logo S dan lukisan tokoh Superman telah terdaftar di sejumlah kelas:

  1. Kelas 9 pengajuan permohonan pada 17 Maret 1980 terdaftar IDM000089148
  2. Kelas 16 perpanjangan merek pada 21 Maret 2002 terdaftar IDM000089150
  3. Kelas 28 perpanjangan 21 Maret 2002 terdaftar IDM000089149
  4. Kelas 28 permohonan 10 Februari 2003 terdaftar IDM000386279
  5. Kelas 25 permohonan 27 Maret 1997 terdaftar IDM000126442
  6. Kelas 16 permohonan 20 Januari 1998 terdaftar IDM000202702
  7. Kelas 14 permohonan 20 Januari 1998 terdaftar IDM000202703
  8. Kelas 25 permohonan 30 Juni 1999 terdaftar IDM000216363
  9. Kelas 16 permohonan pada 8 Juni 1987 terdaftar IDM000288784
  10. Kelas 16 permohonan 14 Februari 1986 terdaftar IDM000300089
  11. Kelas 25 permohonan 24 Mei 1995 terdaftar IDM000055875
  12. Kelas 30 permohonan 29 Maret 2018 terdaftar IDM00640956
  13. Kelas 32 permohonan 7 Februari 2017 terdaftar IDM000614568

Mereka juga mendaftarkan merek ke Amerika Serikat dengan tahun pendaftaran pada kelas berbeda-beda. Di negara lain terdaftar di Argentina, Australia, Brasil, Inggris, Jepang, Kanada, Mauritius, Mexico, Rusia, Uni Arab Emirates, dan Yaman.

Marxing Fam Makmur membela diri bahwa gugatan pembatalan merek diajukan penggugat telah lewat waktu. Marxing merujuk pada pasal 77 ayat 1 UU Merek berbunyi gugatan pembatalan pendaftaran merek hanya dapat diajukan dalam jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal pendaftaran merek.

Merek Superman tergugat telah terdaftar sejak 1993 sehingga telah terdaftar lebih dari 25 tahun dan melalui proses perpanjangan pada 2013. Malah menurut Marxing Fam Makmur, pihaknya bukan pertama pemilik merek Superman karena berdasarkan sertifikat pendaftaran merek yang terdaftar pada 7 Maret 1993 merupakan milik Sutien Susilawati.

Begitu pula dalam perpanjangan waktu pada 2003 dan 2013. Barulah pada 2013, pemilik merek Sutien Susilawati mengalihkan merek kepada Marxing Fam Makmur melalui jual beli nomor 37 pada 22 Maret 2013.

Ilustrasi: Lego Superman

Mestinya sebgai pencetus pertama merek Superman, Sutien Susilawati mengetahui secara filosofi mengenai pemilihan merek Superman tetapi penggugat tidak mendudukan Sutien Susilawati sebagai Bagi Marxing Fam Makmur, pihaknya adalah pemegang hak esklusif dan pendaftar pertama (first to file) merek-merek yang mengandung kata Superman di Indonesia.

Dengan demikian tergugat mempunyai hak tunggal menggunakan merek-merek yang mengandung akta Superman di Indonesia untuk membedakan hasil produksi tergugat dengan hasil produksi pihak lain yang harus ikut bertanggung jawab.

Marxing Fam Makmur menolak gugatan itu karena pihaknya pemegang hak ekslusif atas kat Superman dari pendaftar pertama (first to file) dengan cara jual beli.

Dengan dalil, merek dagang Superman nomor agenda 331537 tanggal permohonan 7 Maret 1993 atas nama pemilik merek Sutien Susilawati diperpanjang dua kali pada 21 Februari 2003 dan 7 Maret 2013. Sementara itu kelas 34 diperpanjang dua kali dengan tanggal dan tahun yang sama.

Superman DC Comics Menang

Dalam agenda persidangan, majelis hakim menyatakan keputusannya mengabulkan gugatan penggugat DC Comics seluruhnya. Dalam pokok perkara lain, menyatakan merek terdaftar Superman milik penggugat sebagai merek terkenal (well-known mark).

Keputusan pokok perkara lain menyatakan penggugat sebagai pihak yang berhak atas merek Superman Indonesia. Majelis hakim diketuai Albertus Usada dalam keputusan pada 17 November 2020 memutuskan merek terdaftar Superman nomor pendaftaran IDM000374439 kelas 30 dan IDM000374438 kelas 34 atas nama Marxing Fam Makmur terdaftar atas dasar unsur iktikad tidak baik.

Sekaligus menyatakan batal merek tersebut dan memerintahkan panitera Pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk menyampaikan kepada turut tergugat agar melaksanakan pembatalan pendaftaran merek kelas 30 dan 34 dari Daftar Umum Merek dan mengumumkannya dalam Berita Resmi Merek.

Hakim dalam pertimbangannya mengutarakan terkait pendaftar pertama (first to file) bahwa nomor daftar 158666 milik penggugat diajukan pertama kali (filling date) pada 17 Maret 1980 di Indonesia.

Selanjutnya, pendaftaran merek Superman nomor daftar 202172 milik penggugat diajukan pertama kali pada 16 Januari 1986 di Indonesia.

Majelis hakim dalam hal memutuskan sebagai merek terkenal merek Superman DC Comis karena dengan mempertimbangkan adanya pengetahuan umum masyarakat konsumen atau masyarakat pada umumnya yang memiliki hubungan produksi, promosi, distribusi maupun penjualan terhadap barang atau jasa atas merek terkenal itu.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.