Putusan Kasasi Semat Merek Eiger Milik MPI

Sumber: Eigerindo Multi Produk Industri

PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) dapat bernafas lega setelah permohonan kasasi Budiman Tjoh ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) RI dalam memperebutkan hak merek dagang EIGER.

Majelis hakim diketuai Yakup Ginting dalam putusannya menyebutkan menolak permohonan kasasi dari Budiman Tjoh dengan pertimbangan merek Eiger terbukti milik Ronny Lukito sebagai CEO MPI.

Merek tersebut, kata hakim dalam putusan pada 17 Maret 2020 menyatakan Eiger merupakan nama dari perusahaan MPI dan sudah digunakan sejak 1970 dan sebagai merek terkenal.

“Ternyata antara merek Eiger milik penggugat [MPI] dengan merek dagang Eiger milik tergugat [Budiman Tjoh] mempunyai persamaan dalam bunyi (similiarty in sound). Apabila dibunyikan dalam bahasa Indonesia, maupun dalam penulisannya juga sama,” kata hakim dari salinan putusan.

Sehingga kata majelis hakim, di pasar sering konsumen atau pemakai merek Eiger milik penggugat, terkecoh atau tersesatkan dengan merek Eiger milik tergugat karena nama yang sama menimbulkan kesan sama dalam penyebutan. Putusan tersebut disampaikan majelis hakim pada 17 Maret 2020.

Selain itu, hasil laporan survei atas peredaran barang dengan merek Eiger atas nama tergugat ternyata kegiatan usahanya ada di bidang kosmetik dan tergugat tidak memproduksi barang-barang dengan merek Eiger di kelas 25 dengan jenis barang berupa kaos kaki dan ikat pinggang.

Didampingi hakim lainnya, Zahrul Rabain dan Ibrahim, majelis mengatakan alamat pendaftaran dan surat menyurat tergugat tidak diketemukan adanya aktivitas produksi dan pemasaran maka permohonan pendaftaran merek dengan registrasi IDM000495808 dan IDM000087029 kelas 25 dilandasi dengan iktikad tidak baik dalam pengajuannya sehingga tepat menyatakan pendaftaran merek Eiger oleh pemohon kasasi harus dibatalkan.

Majelis hakim juga menolak keberatan dari pemohon soal penilaian hasil pembuktian bersifat penghargaan tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan tingkat kasasi karena tingkatan ini hanya berkenan mengadili kesalahan penerapan hukum, pelanggaran hukum berlaku, kelalaian dalam memenuhi syarat yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

Sengketa merek Eiger antara MPI dengan Budiman Tjoh bermula dari gugatan Ronny Lukito sebagai komando perusahaan MPI ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan perkara No. 41/Pdt.Sus.Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst pada 17 Juli 2019.

Baca: Merek Keen Jadi Rebutan di Pengadilan dan MA

MPI meminta kepada pengadilan agar memerintahkan pembatalan pendaftaran mereknya dengan registrasi IDM000495808 dan IDM000087029 di kelas 25 dengan jenis barang kaos kaki, ikat pinggang (pakaian) dari daftar umum merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Legal Manager PT MPI Handi Amijaya mengatakan selama ini kliennya tidak dapat menggunakan merek Eiger pada dua produk kaos kaki dan ikat pinggang.

“Hal ini disebabkan pihak BT mendaftarkan Eiger sebagai merek kaos kaki dan ikat pinggang,” ujarnya, dari rilis yang saya terima.

Keberatan dengan gugatan tersebut, Budiman Tjoh dan DJKI mengajukan eksepsi yang pada pokoknya menyebutkan gugatan Ronny Lukito adalah kadarluarsa atau telah lewat waktu.

Dalam perjalanan waktu, gugatan tersebut dikabulkan seluruhnya pengadilan pada 28 Oktober 2019.

Tidak terima dengan putusan tersebut, Budiman Tjoh mengajukan kasasi pada 12 November 2019 untuk membatalkan putusan pengadilan tersebut dengan perkara No. 375 K/Pdt.Sus-HKI/2020.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.