Naik Trams dan Bus di Melbourne Ke Mana-mana. Awas Tuti!

Yanuarius Viodeogo

Melbourne — Tidak perlu khawatir terlambat ke tempat kerja universitas atau bertemu kolega di Melbourne, Australia. Transportasi massal di sana sedia antar ke mana saja dengan rute yang sudah ditentukan. 

Tinggal pilih bila lokasi tujuan di tengah kota tersedia Trams, semacam kereta listrik berjalan. Transportasi lainnya ada bus.

Dari penginapan apartemen Quest Finlay di hari Senin-Jum’at pada akhir musim  winter 2012 di kantor Asia Pacific Journalism Centre (APJC) di Amess Street. Untuk menuju ke sana tersedia jalur bus. Rutenya nomor 250-253. 

Kami setiap pagi sebelum kelas dimulai pukul 08.30 kami memilih naik bus antara pukul 07.42, 08.00. Datangnya setiap 10 menit sekali. Paling telat, bus datang sekisaran 2-3 menit saja.

Petunjuk tujuan dan persinggahan bus di kota Melbourne, Victoria. Foto: Yanuarius Viodeogo

Naik bus di Melbourne harus menggunakan kartu yang namanya Myki. Ia berwarna hijau muda. Bila masuk kartu di Touch On dulu atau ditempelkan di mesin, sampai berbunyi dan menunjukkan nominal uang yang ada di dalam kartu tersebut. 

Jika ingin turun, Myki harus di Touch Off. Kalau tidak di touch off, nominal kita akan berkurang. Jadi selalu ingat kuncinya. Kalau tidak Myki tak berlaku bila nominal habis. 

Kartu Myki harus diisi dengan nominal uang bila ingin menggunakanya. Bisa diisi perhari atau selama 28 hari ke atas atau per bulannya. Harga perbulannya $112. Untuk mendapatkan Myki di toko 7 11 (seven eleven) atau di supermarket-supermarket. 

Baca: Wardah Tak Sekadar Penetrasi Teknologi

Kartu Myki di Melbourne tidak berlaku di Canberra dan Sydney. Mereka punya kartu masing-masing.

Nah…penggunaan Myki di bus berbeda untuk Trams. Kalau naik bus harus touch on dan touch off saat turun. Di trams sekali saja di touch on turun tidak perlu touch off. Tetapi kalau kita tidak naik trams selama 2 jam lebih kita harus kembali touch on.

Biasanya penggunaan Myki di trams rentang penyelewengan bagi warga Kota Melbourne. Mereka walaupun sudah dua jam lebih tidak mau touch on. Akhir-akhirnya ini, pemerintah Victoria memberlakukan pengetatan warganya yang nakal tidak mau rugi dengan touch on Mykinya. Para pencari tiket (officer) Myki menanyakan satu persatu-persatu penumpang sambil memeriksa Myki.

Bila terbukti dendanya besar sekali $180. Sekarang satu dollar Australia dikisaran Rp9.900-Rp10.000. 

Trams dengan berbagai warna dan poster iklan melintasi Kota Melbourne. Foto: Yanuarius Viodeogo

Chrisvania Handita, alumni mahasiswi jurusan Visual Communication di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia, cerita pada saya, pernah terkena denda karena ketahuan Mykinya sudah habis tapi nekad naik trams.

“Kalau dikalangan pelajar Indo di sini, para officer Ticket itu kami panggil Tuti alias Tukang Tiket. Saya pernah kena denda, mereka tanya alamat rumah. Beberapa minggu kemudian datang kertas denda ke rumah. Denda harus kita bayar ke Post Office,” kenang Vania, yang baru saja menamatkan kuliahnya bulan September lalu.

Vania pun merasa kapok dari pada uang sakunya hanya untuk bayar denda, pengalaman tersebut tidak ingin terulang kedua kalinya. Dia pun “kampanye” kepada teman-teman maupun kenalannya untuk disiplin pakai Myki. Apalagi sekarang pemerintah Victoria semakin ketat. 

Cara pemerintah Victoria untuk menyadarkan pemerintah bukan saja saat dilakukan razia tetapi dengan pemasangan iklan di stasiun dan di dalam trams sendiri. Misal iklan untuk menyadarkan para pengguna Myki yang nakal tidak mau isi nominalnya baik menyindir atau iklan sanksi tegas.

Itu cerita tentang Myki. Transportasi di Melbourne terutama trams memang menyenangkan karena tak perlu lama menunggunya datang. Hanya berselang berapa puluh detik, trams menyusul di belakangnya.

Memang di dalamnya selalu sesak penumpang, kalau berada di tengah-tengah Kota Melbourne terutama sepanjang mulai Melbourne Central hingga Stasiun Flinders Street.

Di dalam trams tersedia bangku dan bangku-bangku khusus difabel. Tersedia pula bagi yang lebih suka berdiri. Tak terhitunglah berapa pegangan tangan di atas kepala supaya penumpang tidak tumbang. Maklum baik berhenti dan mulai berjalan, remnya mendadak.  


Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.