Kerupuk Ubi Jalar Produk Unggulan Jangkang Satu

Para ibu membuat adonan dasar kerupuk berbahan ubi jalar. Foto: Yanuarius Viodeogo Seno

KUBU RAYA – Perajin kerupuk ubi jalar dari Desa Jangkang Satu begitu bersemangat mengembangkan bisnis rumahan. Saya melihat langsung proses pembuatan kerupuk dari tangan-tangan terampil para perajinnya.

Mereka sangat cekatan karena meyakini kelak kerupuk mereka menjadi panganan cemilan favorit yang lezat bagi keluarga dan teman berkumpul.

Dengan hasil panen ubi jalar yang melimpah di desa yang beralamat di Kabupaten Kubu Raya itu, bukan hal yang sulit bagi perajin dalam menyiapkan bahan baku kerupuk. Dalam sehari saja, panen ubi jalar tidak hanya untuk kebutuhan masyarakat desa bahkan mampu mengirim pasokan ubi untuk warga Kota Pontianak.

Baca: Erna Bikin Pasar Jamu Merek Daun Mas Kian Lebar

Ada dua jenis ubi jalar yang berasal dari Desa Jangkang Satu yaitu yang berwarna kuning dan ungu. Para perajin menggunakan ubi berwarna kuning untuk bahan baku kerupuk. Dalam sekali pembuatan kerupuk membutuhkan 6 kilogram (kg) ubi untuk dicampur 6 kg tepung tapioka. Sebagai bahan campuran untuk memperkaya rasa menggunakan penyedap rasa, garam dan air. Kebutuhan air agar adonan tidak kasar dan menjadi lembut.

“Di sini ubi jalar melimpah, oleh karena itu kami membuat kerupuk. Keahlian ini kami peroleh saat pelatihan PKK di kabupaten didukung oleh BUMDes Mitra Usaha,” kata Nurhayati kepada saya, Senin (24 Maret 2021).

Nurhayati mengutarakan dia tidak sendirian membuat kerupuk, ada saudara perempuan dan ibu-ibu sekitar rumahnya turut berpartisipasi. Walau dari sisi tenaga tidak ada kendala untuk sementara waktu, mereka masih terkendala dengan kebutuhan pengeringan kerupuk.

Saat ini, pengeringan masih manual menggunakan sinar matahari. Nurhayati berharap ada inovasi bantuan dalam pengeringan kerupuk agar produksi kerupuk bisa semakin ditingkatkan dari Jangkang Satu.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.