Heylaw Memperkenalkan PKPA Online

Sumber Foto: HeyLaw.Edu

Kini lulusan sarjana hukum yang ingin menjadi pengacara bisa memanfaatkan skema pendidikan profesi secara online.

HeyLaw memperkenalkan Heylaw.Edu yang punya program studi singkat Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) online bagi calon pengacara, sekaligus dengan harga terjangkau.

Informasi itu membuat saya penasaran dan mencari tahu alasannya.

Bagi sebagian masyarakat terutama sarjana hukum sejak duduk bangku kuliah, PKPA biasa di ruang kelas batu loncatan menjadi pengacara handal. Studi tersebut, selama ini lebih dikenal para lulusan sarjana hukum pendidikan konvensional. 

Baca: 100 Pengacara Top Indonesia Versi ABLJ

Setelah, peserta mendaftar dan selanjutnya mereka belajar tatap muka bersama pengajar dalam satu kelas. Biasanya masa PKPA berlangsung 2-3 bulan dengan materi kurikulum yang telah ditetapkan oleh institusi penyelenggara PKPA. 

Namun, PKPA yang ditawarkan oleh Heylaw, berbeda. Dengan HeyLaw.Edu sebuah aplikasi platform informasi dan komunikasi yang menjembatani masyarakat dengan akademisi hukum untuk saling berdiskusi.

Pada platform ini, biaya pendaftaran lebih murah dengan PKPA pada umumnya. Pendaftar Heylaw.Edu hanya membayar biaya pendidikan sebesar Rp4 juta. 

Seketika itu pula kemudahan selanjutnya diberikan kepada peserta. Mereka bisa mengakses materi kapan saja, berdiskusi dengan para pengajar tanpa terikat waktu, dan tidak dibatasi belajar oleh waktu.  

Sementara itu, pada PKPA yang diselenggarakan institusi lain, kelas berlangsung pada akhir pekan. Sabtu dan Minggu. Tetapi, di PKPA HeyLaw.Edu, peserta bebas menentukan waktu sendiri asalkan memenuhi kewajiban belajar yang termonitor selama 9-10 jam.

Bukan berarti dengan masa PKPA singkat itu, mereka tidak mendapatkan kualitas pendidikan yang bermutu. Justru Heylaw. Edu menyediakan materi pelajaran dengan kebebasan waktu berdiskusi dengan para pengajar.

Cara itu dianggap lebih ideal karena peserta mendapatkan waktu yang banyak untuk menyerap materi pendidikan lebih optimal.

Pada akhir pendidikan, peserta mendapatkan sertifikat resmi dari Kongres Advokat Indonesia (KAI). 

Marwan mengatakan PKPA advokat adalah produk pendidikan hukum alternatif yang pertama dari HeyLaw.Edu. Para pengajarnya bukan sembarang orang. Mereka sebagian adalah profesor, bergelar doktor dan profesional.

Sebut saja, Tjoetjoe Sandjaja Hernanto adalah Presiden KAI periode 2019-2024. Advokat yang pernah menimba ilmu di Fakultas Gigi Universitas Padjajaran Bandung. Tjoetjoe pernah menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pelopor ujian Kompetensi Dasar Profesi Advokat Berbasis Internet.

Ada Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro R. Benny Riyanto. Dia juga dikenal sebagai Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN).

Pengajar HeyLaw.Edu berikutnya, Susi Dwi Harijanti seorang guru Besar FH Universitas Padjajaran alumni The University of Melbourne. Para guru besar dari FH Universitas Indonesia, Sulistiyowati Irianto dan Aloyisus Uwiyono.

Bahkan Guru Besar dari Fakultas Universitas Leiden, Belanda bernama Adriaan Bedner sebagai pengajar di HeyLaw.Edu. 

Masih dari kalangan akademisi sebagai pengajar PKPA HeyLaw.Edu adalah Sukarmi dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) periode 2006-2011, St. Laksanto Utomo pengajar FH Universitas Sahid, Sinta Dewi Rosadi dosen FH Universitas Padjajaran dan Bambang Pratama dari Fakultas Hukum Universitas Binus.

Awaludin Marwan juga pengajar PKPA ini. Dia kini adalah sebagai dosen dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta.

Dari kalangan profesional advokat seperti M.S Tumanggor, Noviriska, Pheo Marojahan Hutabarat, Vice President of KAI TM Luthfi Yazid. Para hakim juga menjadi pengajar yakni Mevi Primaliza yang merupakan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Awaludin Marwan, Co-Founder HeyLaw. Foto: Dokumentasi Pribadi

Saya mewawancari Marwan yang merupakan lulusan Utrecht University (Belanda) ini untuk bercerita dibalik gagasannya membuat pendidikan PKPA online tersebut. Di PKPA online ini, Marwan mengajar materi Hukum Teknologi Digital. Berikut petikan obrolan kami:

Apa itu Heylaw.Edu dan kenapa membuat PKPA online?

Saya melihat, pendidikan hukum di Indonesia mahal dan selesai sarjana hukum untuk menjadi advokat melalui PKPA menjalani masa yang lama. Dengan teknologi sekarang, semestinya kualitas PKPA singkat secara online bisa.

Dengan teknologi online, kami bisa mengumpulkan para pengajar dari berbagai daerah yang memberikan materi tanpa terkendala waktu. Para pengajar ada guru besar dan doktor.

Apa yang berbeda dengan PKPA lain?

Heylaw.Edu seperti ruangguru.com (perusahaan teknologi informasi berbasis pendidikan dengan layanan secara online) jadi peserta mendaftar, bayar, ikut kelas. Mereka bisa donwload materi, menyesuaikan kelas lebih fleksibel. Tengah malam belajar materi bisa. Pendidikan kami kalau total 9-10 jam.

Ada pro dan kontra, kok bisa seminggu selesai PKPA. Kok hanya 10 jam. Tetapi, justru di sini keunggulannya, mereka peserta jadi bisa melihat materi berulang-ulang. Tidak terbatas waktu mengakses materi pelajaran waktu.

Sudah ada kelasnya? 

Setelah launchig, dan kini sudah ada kelasnya. Peserta akan melahap 21 materi dari para pengajar. 

Misi apa ke depan yang diusung oleh Heylaw.Edu?

Kami ingin masyarakat melek hukum. Itu idealisme kami. Masyarakat yang memperjuangkan negara hukum. Mereka melihat dan kritis tentang kasus korupsi.

Misi kami lainya, ke depan rencana akan menyelenggarakan pendidikan hukum yang lain. Misalnya, untuk calon pengawas perlindungan data pribadi. Kelas ini tidak terbatas pada sarjana hukum saja.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.