Duniatex Hadapi PKPU

Ilustrasi: Pabrik garmen

Yanuarius Viodeogo

Duniatex Group, salah satu produsen tekstil terbesar di Tanah Air berada dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang pada 30 September 2019 lalu.

Anak-anak usaha perusahaan yang terbelenggu PKPU meliputi T Delta Merlin Dunia Textile, PT Delta Dunia Tekstil, PT Delta Merlin Sandang Tekstil, PT Delta Dunia Sandang Tekstil, PT Dunia Setia Sandang Asli Tekstil dan PT Perusahaan Dagang dan Perindustrian Damai.

Pemohon PKPU adalah PT Shine Golden Bridge dengan perkara No. 22/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN Niaga Smg pada 11 September 2019 untuk menagih piutang sebanyak US$260 juta dan bunga pinjaman senilai Rp13,4 juta.

Majelis hakim mengabulkan permohonan PKPU Shine Golden Bridge sehingga Duniatex Group mesti hadapi PKPU atau harus merestrukturisasi utangnya maksimal selama 270 hari.

Dalam perjalanan waktu dengan agenda verifikasi piutang, 6 perusahaan Duniatex mempunyai utang total senilai Rp23,37 triliun meliputi utang kepada 58 kreditur separatis sebanyak Rp22,73 triliun dan utang kepada 86 kreditur sebanyak Rp641,06 miliar.

Kuasa hukum Duniatex Grup Aji Wijaya mengatakan optimistis kliennya bisa melewati masa-masa restrukturisasi utang dengan lancar sehingga ke depan mampu menyelesaikan pembayaran kepada para kreditur.

Baca: Duniatex Bikin Masker 

“Ya kami optimis perdamaian karena debitur ini industrinya berjalan yah, perusahaan masih going concern. Tidak berhenti,” kata Aji kepada saya, Selasa (12/11/2019). (Bisnis Indonesia)

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.