DJKI Catat 125.196 Lindungi Merek Selama 2021

Yanuarius Viodeogo Seno

Pergantian tahun sudah kita (pembaca) lalui dari 2021 ke 2022 ini. Harapan membuncah untuk mengejar target program kerja yang telah dirancang bersama. Tujuannya memperoleh hasil lebih baik dari sebelumnya. Begitu pula dengan harapan di bidang kekayaan intelektual.

Kekayaan intelektual adalah hak seseorang atau perusahaan untuk memiliki manfaat ekonomi dan perlindungan hukum. Dengan memiliki haknya terhadap kekayaan intelektual maka orang lain tidak dapat mengakui untuk mengambil keuntungan atas kekayaan intelektual tersebut secara sepihak.

Dari kepedulian yang telah dimiliki individu atau kelompok melindungi kekayaan intelektualnya, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) wajib melindungi, mencegah dan menghukum pihak-pihak yang dengan sengaja menjiplak karya kekayaan intelektual.

Pada pertengahan Desember 2021 lalu, DJKI telah mengeluarkan rilis atas capaian yang telah diraih selama 2021. Rilis itu ditunggu oleh sebagian pihak yang ingin tahu kerja dari pemerintah. Masyarakat ingin melihat seberapa serius pemerintah dalam melindungi dan mencatatkan kekayaan intelektual warga negara.

Kendati menemui sejumlah tantangan karena gerak terbatas akibat pandemi Covid-19. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri tampak pemerintah terus berupaya memaksimalkan kerja mencatat realisasi pencatatan permohonan dan penerbitan kekayaan intelektual.

Dari catatan DJKI, data sampai 30 November 2021 permohonan kekayaan intelektual selama tahun kerbau logam. Total permohonan mencapai 166.717 yang sebanyak 49.658 adalah permohonan pelaku UMKM. Permohonan itu meliputi, tertinggi dari merek sebanyak 84.426 permohonan disusul hak cipta sebanyak 67.542 permohonan, desain industri sebanyak 3.798 permohonan. Berikutnya dari paten sebanyak 10.939 permohonan dan indikasi sebanyak 12 permohonan.

Pemerintah tidak cuma menerima permohonan tetapi juga mencatatkan penyelesaian permohonan. Tertinggi penyelesaian merek sebanyak 125.196 permohonan yang rampung. Item rangking kedua adalah hak cipta sebanyak 62.122 yang telah selesai permohonan, paten sebanyak 13.790 permohonan, desain industri dan indikasi geografis masing-masing sebanyak 3.808 dan 7 permohonan.

Realisasi sertifikat KI dan surat pencatatan juga telah diterbitkan oleh DJKI. Sertifikat merek sebanyak 136.886 lembar, paten sebanyak 7.156 sertifikat, desain industri 2.156 lembar, dan indikasi geografis sebanyak 3 sertifikat. Khusus surat pencatatan untuk hak cipta sebanyak 61.997 lembar.

Dukungan dari mantan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Freddy Harris terus mengalir. Berdasarkan rilis DJKI, dia mengatakan mendukung kinerja jajarannya supaya antusias produktif walau pandemi menghantam segala lini masyarakat. Dan hal itu tidak menjadi kendala mereka bekerja di mana dan kapan saja.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.