DC Comics Bawa Superman Lokal ke Pengadilan

(Bagian 1)

Anda pernah berangan-angan menjadi Superman, sosok manusia tangguh bisa terbang dengan kecepatan tinggi. Anda bisa mengeluarkan sinar laser dari mata. Kekuatan itu anda pakai untuk menolong orang tertindas. Superman seperti sosok yang diidam-idamkan, bukan?

Di sisi lain, sebagian dari anda pernah mencicipi makanan ringan wafer. Masa kecil anda kenal tidak asing dengan cemilan yang dijual di warung-warung komplek perumahan atau gang-gang jalan. Wafer itu bermerek Superman.

Yang satu cemilan wafer merek Superman buatan dalam negeri pemilik perusahaan PT Marxing Fam Makmur dan satu lagi superhero Superman adalah merek buatan perusahaan penerbit dari Amerika Serikat, DC Comics Inc. Kedua perusahaan itu saling memperebutkan merek Superman di Indonesia.

Pada akhir Mei 2018, Marxing Fam Makmur dan DC Comics menjadi perhatian sengketa merek Superman.

Saya meliput perjalanan sengketa tersebut. Mulai dari gugatan tingkat pertama di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat hingga kasasi Mahkamah Agung. Belum berhenti di kasasi, DC Comics mengajukan gugatan kembali pengadilan tingkat pertama.

Kronologi Gugatan DC Comics

Awal mula gugatan merek Superman bermula ketika, DC Comics. Inc, penerbit buku komik asal Amerika Serikat menggugat perusahaan lokal PT Marxing Fam Makmur yang berdomisili di Surabaya. DC Comis anak usaha dari Warner Bros Company berdiri pada 1934 atau 84 tahun lalu oleh Malcolm Wheeler-Nicholson berlokasi di Burbank, California (Amerika Serikat).

Superhero karakter lain seperti Batman, Wonder Woman, Green Lantern, The Flash, Swamp Thing, The Spectre, The Atom, Aquaman, Hawkman, Martian Manhunter, Supergirl, Nightwing, Green Arrow, Static, Starfire, Black Canary, Zatanna dan Cyborg.

DC Comics bermaksud membatalkan merek Superman di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Gugatan itu terdaftar dengan No. 17/Pdt.Sus-HKI/Merek/2018/PN Niaga Jkt.Pst pada 3 April 2018 lalu. Mereka menyatakan sebagai pemilik merek-merek Superman, Logo S, dan Superman + Lukisan.

Mereka menilai mempunyai hak ekskusif terhadap merek-merek tersebut di wilayah Indonesia. Kuasa hukum DC Comics Prudence Jahja kepada saya mengatakan meminta kepada pengadilan agar PT Marxing Fam Makmur membatalkan merek Superman.

Gugatan lain nomor IDM000374438 di kelas 30 dan IDM000374439 pada kelas 34 harus dicoret dari daftar umum merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Kelas 30 mencakup kopi, teh, kakao, gula, beras, tapioka, sagu, bahan pengganti kopi, tepung dan sediaan terbuat dari gandum. Barang lain roti, kue, kembang gula, es konsumsi, madu, sirup, ragi, bubuk untuk membuat roti, garam, mostar, cuka, saos, rempah-rempah dan es.

Ada kelas 34 mencakup barang tembakau kasar atau yang sudah dikerjakan, barang-barang keperluan perokok, geretan (penyala), rokok kretek dan rokok putih.

Perusahaan makanan ringan asal Surabaya, PT Marxing Fam Makmur Ari Pratama Nawazar, kuasa hukum dari PT Marxing Fam Makmur Kami itu mengacu pada undang-undang di Indonesia yang menganut asas first to file, itu dasar acuan formil kami [melawan DC Comics.

Gugatan Kandas

“Merek itu [Superman] telah kami daftarkan pada 1993, bahkan sudah didaftarkan untuk perpanjangan, artinya pendaftaran merek dari klien kami ke DJKI itu dengan iktikad baik. Itulah yang menjadi keberatan pokok kami [dalam gugatan dari DC Comics],” kata pengacara dari kantor hukum Elque and Co.

Pada sidang keputusan Selasa 14 Agustus 2018, putusan berpihak kepada Marxing Fam Makmur. Hakim dengan keputusannya menolak gugatan DC Comics. Ketika itu putusannya adalah hakim menilai bahwa penggugat menggabungkan pembatalan atau pencoretan merek tergugat dengan penerbitan sertifikat merek baru dalam satu gugatan.

“Bahwa untuk mendapatkan perlindungan hukum atas pendaftaran merek-merek oleh Sutien Susilawati yang melakukan permohonan perpanjangan perlindungan hak atas merek Superman sebanyak 2 kali untuk masing-masing kelas pada 2003 dan 2013. Sutien pendaftar pertama first to file merk Superman dan tidak ada niat mendompleng ketenaran merek lain. Kami membeli merek dari dia (Sutien),” kata pengacara lain Marxing Fam Makmur Sururi. Setelah berjuang di tingkat pengadilan, DC Comics berlanjut ke kasasi.

Sayangnya, keputusan pengadilan MA menolak permohonan tersebut. Dengan perkara di persidangan kasasi putusan MA RI No. 1105 K/Pdt.Sus-HKI/2018.

Baca: Putusan Kasasi Semat Merek Eiger Milik MPI

Dengan alasan tetap sama bahwa DC Comics menggabungkan dari pembatalan merek Superman atas nama Marxing Fam Makmur (tergugat) yang sedang dimintakan pendaftarannya kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sekaligus bertujuan agar merek itu atas nama DC Comics dikabulkan.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.