Covid-19 Bikin Kredit Di Kalimantan Melambat

grafik

Yanuarius Viodeogo

Rerata penyaluran kredit perbankan di lima provinsi se-Kalimantan mengalami pertumbuhan melambat bahkan turun pada kuartal I/2020.

Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan dinilai mempengaruh pertumbuhan kredit. Pinjaman atau kredit pada kuartal pertama itu hampir mendekati atau melampaui penyaluran kredit keseluruhan pada 2019.

Provinsi Kalimantan Timur yang mengandalkan sektor tambang batu bara sebagai pemasukan utama daerah masih memberikan kontribusi terbesar penyaluran kredit dibandingkan provinsi lain.

Selain itu, masih bergabungnya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan Kaltim membuat kredit provinsi yang bakal menjadi ibukota negara itu lebih gemuk ketimbang provinsi lain. 

Adapun penyaluran kredit Kaltim pada Maret 2020 senilai Rp95,11 triliun. Penyaluran kredit terbesar kedua di Kalimantan adalah Kalimantan Barat sebanyak Rp76,2 triliun.

Disusul provinsi Kalimantan Selatan senilai Rp55,16 triliun dan terakhir Kalteng menyumbang Rp49,83 triliun.

 

pinjaman bank

Baca: BTPN Menambang Ceruk Pakai Bintang Pagar

Kalimantan Barat
Sementara itu, struktur pinjaman di Kalbar dengan total mencapai Rp81,74 triliun (rupiah dan valuta asing) didominasi pinjaman sektor investasi senilai Rp35,32 triliun.

Disusul pinjaman konsumsi mencapai Rp25,48 triliun dan modal kerja Rp20,93 triliun. Total pinjaman pada Maret 2020 ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencatatkan Rp76,20 triliun.

Di sisi lain, penyaluran kredit UMKM secara keseluruhan mencapai Rp22,06 triliun. Dengan penyumbang penerima kredit terbesar dari sektor menengah sebanyak Rp10,08 triliun, selanjutnya usaha kecil mencapai Rp8,09 triliun dan mikro sebanyak Rp3,88 triliun. Untuk sektor kredit UMKM, pada Maret 2019 mencapai Rp20,18 triliun.

Pinjaman Kalbar
Sumber: Bank Indonesia

Covid-19

Bank Indonesia dalam rilisnya menyatakan penyaluran kredit pada kuartal II/2020 diperkirakan lebih longgar untuk jenis kredit modal kerja dan kredit UMKM.

Pelonggaran mencakup suku bunga kredit, biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit dan plafon kredit. Beleid tersebut diterbitkan atas imbas pertumbuhan kredit selama kuartal I/2020 yang melambat karena Covid-19. 

Kinerja Kredit Kalbar

Bank Indonesia pernah mencatatkan kinerja kredit perbankan Kalimantan Barat sebesar 4,02% dengan nominal mencapai Rp66,40 triliun pada kuartal III/2017 atau tumbuh melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 8,31%.

Mantan Kepala Bank Indonesia Kalbar Dwi Suslamanto ketika itu mengatakan, kendati melambat pertumbuhan kredit lebih baik dibandingkan dengan periode pada 2016 yang pada kuartal III sebesar Rp63,84 triliun dan akhir tahun senilai Rp63,38 triliun.

“Perbankan konvensional mendominasi penyaluran kredit di Kalbar sebesar Rp61,73 triliun atau sebesar (92,96%) jauh di atas perbankan syariah yang menyalurkan sebesar Rp4,68 triliun atau sebesar 7,04%,” kata Dwi kepada saya, Kamis (21/12/2017).

Dari kuartal sebelumnya, kata Dwi, penyaluran kredit bank konvensioanl juga tumbuh 2,94% lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 20,79%. Adapun perbankan syariah tumbuh sebesar 20,79% pada kuartal III/2017 tetapi lebih rendah dari kuartal II/2017 sebesar 24,55%.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.