BTPN Menambang Ceruk Pakai Bintang Pagar

Ilustrasi: Menambang Koin. Sumber Pixabay

Indonesia pernah gencar kampanye gerakan literasi keuangan mendorong menyimpan uang di bank. Berbagai macam cara dilakukan pihak perbankan salah satunya memanfaatkan teknologi telepon pintar.

Artikel saya ini tentang salah satu bank bernama Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) pada 2017 yang meluncurkan program agen laku pandai yakni menabung melalui pesan singkat.

Suatu metode yang dapat dianggap usang pada tahun 2021. Tetapi menabung melalui sms ketika itu tercatat dalam sejarah cara perbankan di Tanah Air menggaet nasabah baru.

Berikut cerita dari liputan tersebut.

PONTIANAK – Kendati terdapat daerah yang signal telekomunikasi masih minim di Kalimantan Barat, bukan halangan bagi BTPN berkontribusi meningkatkan literasi keuangan di provinsi ini.

Bank itu tahu cara memanfaatkan teknologi jadul telepon genggam untuk mendekatkan pelayanan keuangan kepada masyarakat. Meskipun infrastruktur telekomunikasi 3G atau 4G tidak merata, mereka percaya diri sosialisasi agen laku pandai berhasil.

Baca: Covid-19 Bikin Kredit Di Kalimantan Melambat

Executive Vice President Product and Customer Experience Head BTPN Achmad Nusjirwan Sugondo dalam satu kesempatan menunjukkan satu klip mengulas agen laku pandai BTPN Wow yang menggunakan ponsel.

Si agen melayani transaksi keuangan bersama nasabah di sebuah warung kelontong milik agen.

Sebelum bertransaksi seperti pada umumnya terlebih dahulu dibuka rekening. Si agen laku pandai BTPN Wow mencatat nama, identitas kartu tanda penduduk (KTP), dan tempat tinggal calon nasabah melalui smartphone.

Ilustrasi transaksi keuangan melalui perangkat pintar

Setelah tercatat jati diri nasabah maka kapan pun dan di mana pun nasabah sudah bisa menyetor.

Mulai dari tarik uang ke agen sampai melihat saldo dengan telepon genggam biasa. Caranya dengan ketik *247#.

Di klip video itu, bank BTPN memperlihatkan setiap catatan dari transaksi setoran punya nasabah yang ditulis tangan oleh agen. Catatan itu ditulis dengan rapi, setiap tanggal, bulan oleh agen.

Nilai disetor tidak sebesar seperti nasabah lain saat membawa uang untuk menabung ke bank hingga ratusan ribu rupiah.

Sementara melalui agen BTPN Wow, nasabah tidak perlu malu mesti menabung jumlah kecil dari mulai Rp1.000, Rp2.000 atau hingga Rp10.000.

Teknologi USSD

“Teknologi USSD (Unstructured Supplementary Servicer Data) dapat beroperasi di segala jenis telepon genggam berbasis GSM (Global System for Mobile Communications) meskipun signal minim,” kata Iwan kepada saya.

Menurutnya, BTPN dengan teknologi itu terus membidik masyarakat yang sampai sekarang belum memiliki rekening bank.

Tetapi mereka saban hari menggunakan telepon seluler untuk mengisi pulsa, menghubungi kerabat dan keluarga.

Pengguna ponsel tersebut, lanjutnya, dari hasil penelitian internal BTPN, masih menunjukkan angka sangat tinggi artinya BTPN melihat ada pasar ceruk yang besar dalam menghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Dia mengatakan ada 100 juta-an penduduk di Indonesia yang belum terlayani oleh perbankan.

“Ini bukan target muluk-muluk dari kami tetapi kami mau mengambil ceruk yang belum punya BSA (Basic Saving Account) di Indonesia,” tuturnya.

Ilustrasi menabung di celengan

Oleh karena itu, institusinya meyakini agen bermodalkan telepon GSM sesungguhnya bisa menarik nasabah-nasabah baru di sekitarnya.

Saat ini untuk Kalimantan Barat saja, jumlah agen telah mencapai 153 orang dengan 2.000 nasabah per akhir kuartal II/2017 sejak produk tersebut BTPN Wow agen laku pandai diluncurkan.

Sementara untuk seluruh Kalimantan sudah mencapai 823 agen dengan jumlah 7.000 nasabah.

Adapun, agen laku pandai BTPN Wow seluruh Tanah Air telah menembus angka 190.300 agen dengan jumlah nasabah sebanyak 3,86 juta orang.

Masa mendatang, kata Iwan, BTPN Wow bakal memudahkan para nasabah yang ingin membutuhkan dana cepat atau kredit bisa melalui agen laku pandai.

Namun, produk yang hendak diluncurkan masih selektif yakni skim kredit dana persiapan sekolah atau SPP sekolah anak.

“Uang dadakan itu biasanya seperti SPP sekolah, padahal orang tua masih lama gajian. Jadi bukan pinjaman Rp20 juta-Rp30 juta. Kami akan sasar segmen tertentu,” tuturnya.

Agen Laku Pandai Efektif

Mantan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kalbar Asep Ruswandi mengutarakan agen laku pandai sangat efektif sebagai cara mendekati masyarakat kalangan tertentu yang belum tergugah ke bank karena melihat bank adalah tempat orang berpakaian rapi dan formal hingga sepatu bersih.

“Namun dengan laku pandai masyarakat ingin punya tabungan tidak perlu lagi ke bank. Datang langsung ke agen pakai sandal jepit sudah bisa bertransaksi,” ucap Asep.

Maka dengan itu, dia sangat mendorong, bank-bank plat merah dan swasta mendekati masyarakat dengan menggenjot kehadiran agen-agen baru ke sejumlah daerah seperti di Kalbar, salah satunya.

“Data per Maret 2017 jumlah agen masih belum banyak masih 2.244 agen dengan DPK baru sebanyak Rp2,19 miliar. Di Kalbar, baru 4 bank menghadirkan agen laku pandai seperti BNI (Bank Negara Indonesia), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Mandiri dan BTPN, nanti menyusul BPD Kalbar,” ucapnya.

Asep mengutarakan Kalbar memiliki potensi luar biasa besar untuk menggarap cuan dari kehadiran agen karena hanya 8 kabupaten dari 13 kabupaten/kota yang telah terlayani perbankan artinya masih 5 kabupaten dengan 18 kecamatan belum tergarap kantor bank.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.