Aset Kertas Leces Mulai Terjual

Yanuarius Viodeogo

Penyelesaian aset PT Kertas Leces perlahan menunjukan titik terang setelah kurator berhasil menjual sebagian budel persero tersebut. Kurator kepailitan Kertas Leces menyatakan yang terjual budel pailit produsen pembuat kertas itu seperti kendaraan dan alat berat.

Sementara itu, aset-aset besar lain berupa tanah dan bangunan belum terjual. Kurator Anggi Gitaharani mengatakan nilai penjualan kendaraan-kendaraan dan alat berat mencapai Rp1,6 miliar. Adapun aset lain masih dalam apraisal atau penghitungan nilai jual untuk diajukan ke kantor pelelangan.

“Nilai terjual [alat berat dan kendaraan] kecil [nominal]. Sementara yang mesin dan tanah, itu besar-besar [nominal] belum laku. Apalagi tanah, masih ada kendala di sertifikat,” kata Anggi kepada saya, Kamis (7/5/2020).

infografis kertas leces
Infografis: PKPU dan Kepailitan Kertas Leces

Baca: Bobby Manalu Prediksi Korporasi Hadapi Covid

Aset-aset yang terjual itu, imbuh Anggi, harus melalui persetujuan dari pengadilan atau hakim pengawas kepailitan Kertas Leces untuk dibagikan kepada para kreditur. Di sisi lain, kurator mengalami hambatan untuk menyelesaikan sejumlah budel pailit Kertas Leces yang merupakan aset-aset utama perusahaan.

Persoalannya 14 sertifikat berupa aset tanah seluas 62 hektare. Di atas tanah tersebut berdiri pabrik dan gedung operasional manajemen Kertas Lece. Dikutip dari Bisnis Indonesia, kurator kepailitan menyatakan apabila Kemenkeu melepaskan 14 sertifikat tersebut maka pembayaran utang kepada kreditur lebih cepat.

Kurator sudah menyurati Kemenkeu melalui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (DPKNSI) Kemenkeu. DPKNSI bahkan sudah mengeluarkan surat edaran No.
S-934/KN.5/2019 per 20 September 2019 tentang penyerahan sertifikat aset kredit Kertas Leces kepada kurator.


Kurator sudah menyerahkan syarat-syarat kepada Kemenkeu untuk memperoleh 14 sertifikat tersebut. Namun demikian, Biro Advokasi Kemenkeu belum menyerahkan aset itu kepada kurator.

Ilustrasi: Lembaran-lembaran kertas.

“Udah setuju kok DPKNSI, 14 aset mau diserahkan langsung kepada kurator dan 2 aset lain ke KAML [Kalimantan Asset Management Limited],” kurator Febri Arisandi. Sementara itu, aset-aset lain yang sudah disisir oleh kurator seperti 16 sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) senilai Rp11 miliar.

Aset lain lelang pabrik Kertas Leces mencakup: Depithing Plant, Bagasse Dewatering Unit, Fuel Oil Storage Tank, dan Electric Generation Set. Aset itu sudah dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang dengan limit senilai Rp2,95 miliar dengan nilai jaminan sebesar Rp600 juta.

DIPUTUSKAN PAILIT

Kepailitan Kertas Leces terjadi saat produsen itu diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat perkara No. 01/Pdt.Sus.Pembatalan Pembayaran/18/PN.Niaga.Sby pada 25 September 2018.

Kertas Leces jatuh pailit karena sebelumnya 15 perwakilan karyawan mengajukan permohonan pailit setelah tidak memperoleh pembayaran pesangon dari perusahaan.

Dari hasil verifikasi utang, debitur mempunyai utang sebanyak Rp2,12 triliun tersebar di kreditur preferen sebanyak Rp747,86 miliar, kreditur separatis sebanyak Rp1,15 triliun dan kreditur konkuren memiliki piutang Rp222,73 miliar.

Deo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.