David Tobing, 129 dan Hak Konsumen

  • Post author:
  • Post category:Profil
  • Post comments:0 Comments

Tulisan ini saya bikin untuk David Tobing.
Pengacara yang membela hak-hak konsumen, membela kaum marginal yang seringkali lemah bila berhadapan dengan pelaku bisnis. Tulisan untuk hari lahirnya.

JAKARTA — Hari ini, Sabtu 12 September 2020 menjadi hari istimewa bagi seorang pengacara komersial yang peduli terhadap hak-hak konsumen, David Tobing.

Angka 129 terasa spesial karena merupakan hari ulang tahun yang dirayakan dengan acara talk show selama 129 menit yang dimulai pada pukul 12.09 Wib dan pemberian buku secara gratis sebanyak 129 buku.

Bekerjasama dengan Irma Devita Learning Center (IDLC), perayaan hari ulang tahun pria kelahiran pada 1971 lalu itu dihadiri para kerabat sekaligus sahabat-sahabat lamanya.

Hadir pengusaha Sandiaga Uno, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal E Halim, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, Komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih.

Jauh-jauh, tamu perayaan yang berlangsung daring disiarkan melalui kanal Youtube itu adalah Cita Prinsipal Advisor Consumer Protection in ASEAN (Protect-GIZ) Sita Zimpel, berdomisil di Frankfurt Jerman. Perayaan ini dipandu oleh Glenna Martin dari IDLC.

Sebagian dari tamu adalah sahabat lama David Tobing. Seperti Sandiaga Uno, Rizal E Halim, dan Tulus Abadi. Mereka berkenalan dan mengenang David sebagai pengacara hampir 20 tahun berkiprah yang membela hak-hak konsumen.

David di mata mereka sosok pemberani pasca menang dalam kasus gugatan konsumen melawan PT Securindo Packatama Indonesia, pengelola lahan parkir Supermarket Continet, Jakarta Pusat pada 20 tahun silam.

Sandiaga Uno misalnya menilai David kala itu adalah sosok fenomenal karena menjadi pengacara membela hak konsumen dalam perkara lahan parkir tersebut.

“Saat itu, kalau dipikir-pikir, ngapain sih David. Tetapi, menurut saya itu menggugat pengelola parkir adalah hal luar biasa. Dari situ kita belajar tentang keadilan dan inspirasi dari sosok David,” kata Sandiaga.

Pria yang pernah berpasangan dengan Prabowo dalam konstetasi pemilihan Presiden 2019-2024 lalu ini adalah sahabat lama David Tobing. Mereka telah berteman selama 20 tahun.

Sandiaga Uno pula salah satu klien paling awal Adams and Co, kantor hukum yang didirikan David Tobing dan rekannya Agus Soetopo.

Menjunjung tinggi prinsip, berhati nurani dan semangat menggebu-gebu dalam diri David Tobing di mata Sandiaga Uno tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu.David kala muda adalah pengacara muda yang memiliki potensi besar dan sukses di kemudian hari karena mau memperjuangkan hak-hak konsumen.

Menurut Sandiaga, David adalah sosok pembela keadilan bagi konsumen. Dia selalu memberikan solusi setiap masalah yang dialami konsumen.”Saya pernah merasa dirugikan oleh salah satu maskapai penerbangan. Saya tidak jadi terbang, maskapai lalai. Pak David menegur maskapai tersebut, dan saya mendapatkan pengembalian tiket gratis,” ucapnya sembari tertawa.

Kehadiran David Tobing dan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang dikomandainya, dinanti-nantikan oleh masyarakat. Ketua BPKN Rizal E. Halim mengatakan, KKI adalah lembaga yang konsisten melindungi konsumen.

Dia mengingat David Tobing ketika Rizal masih menjadi pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). Mereka sering berkomunikasi dan berdiskusi banyak hal.

Kabar adanya gugatan tak biasa tentang konsumen yang menggugat parkir dan menang tingkat Mahkamah Agung, membuat Rizal kagum dengan David Tobing.

Rizal melihat sejak perkara tersebut hingga hari ulang tahunnya ini, tidak ada yang berubah. David tetap sosok yang gigih berjuang.

Kehadiran David sebagai komisioner tahun 2013-2016 di BPKN, kata Rizal, juga memberikan peranan yang penting bagi kemajuan perlindungan konsumen di Indonesia.

Pengalaman menarik lain bersama David Tobing, datang dari Ketua YLKI Tulus Abadi. Bagi Tulus, hubungan antara David Tobing dan YLKI seperti guru dan murid.

David dengan baju kerjanya sebagai pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) blusukan ke YLKI berdiskusi tentang parkir. Dan, David Tobing masih konsisten hingga sekarang peduli isu publik khusus konsumen. “David Tobing, pengacara komersial yang memiliki ideologi membela kepentingan wong cilik. Tidak banyak pengacara komersial konsisten dengan isu publik seperti David Tobing. Dia garda terdepan melindungi konsumen,” kata Tulus.

Sebagai sahabat lama pula, komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih punya hubungan pertemanan yang panjang dengan David Tobing sejak dia masih menjabat Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP).

Saat hendak habis masa menduduki jabatan komisioner KIP, David Tobing adalah orang paling berperan mendorong Alamsyah Saragih maju pemilihan komisioner Ombudsman. “Waktu saya di KIP, saya dan David Tobing berdiskusi tentang susu berbakteri. Dia datang ke kantor KIP, wartawan sudah banyak datang. Persoalan tentang, akses informasi sulit diperoleh. Akhirnya David menang. Ibaratnya ketika itu David melawan Goliat (perusahaan susu besar),” kata Alamsyah.

Alamsyah berharap David di usianya yang terus bertambah, tidak lelah mendorong konsumen berdaya dan mempunyai hak yang sama dengan pelaku usaha. “Semoga konsumen kita diposisi terhormat di negeri ini,” lanjur Alamsyah.

Perjuangan David Tobing bersama KKI membela konsumen ternyata menjadi perhatian lembaga masyarakat internasional. Prinsipal Advisor Consumer Protection in ASEAN (Protect-GIZ) Sita Zimpel mengatakan perhatian serius David Tobing dan KKI bisa menjadi contoh negara-negara Asia Tenggara lainnya.”Kamboja dan Myanmar baru memiliki UU Konsumen pada tahun lalu (2019). Sementara Indonesia sudah terlebih dahulu pada 1999 lalu. Negara-negara seperti mereka membutuhkan klausula baku dan belajar kepada Indonesia,” kata Sita.

Apalagi, menurutnya, GIZ ke depan akan fokus lagi bekerjasama diskusi bersama David Tobing tentang klausula baku yang ditulisnya berjudul ‘Klausula Baku: Paradoks Dalam Penegakan Hukum Perlindungan Konsumen’. Buku tersebut diberikan kepada 129 penonton perayaan hari lahir David Tobing melalui Youtube.

“Kami senang ada pak David Tobing di Indonesia karena perjuangannya. Lanjutkan, dan gugat (atas konsumen dirugikan). Itu pelajaran bagi negara-negara Asean lain. Kami belum pernah bertemu orang seperti David Tobing yang memiliki passion menggugat,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan