Sexio Sidqi Pengacara Penyuka Terobosan Baru

sexio

Yanuarius Viodeogo

Tidak mudah putus asa dalam menghadapi setiap perkara hukum menjadi pegangan prinsip Sexio Yuni Noor Sidqi, advokat yang dikenal sebagian publik setelah menjadi pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) First Travel.

Proses PKPU agen perjalanan dan umrah yang berakhir dengan perdamaian itu, mengantarkan sosoknya tampil di televisi nasional dan namanya hilir mudik di media cetak dan elektronik.

Perkara PKPU yang rumit menimpa para jamaah calon umrah First Travel itu membuat alumni Fakultas Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta bersama tim pengurus untuk bertugas semaksimal mungkin menyelesaikan PKPU bisa mengakomodir keinginan para kreditur. 

Bukan tanpa sebab, penyelesaian PKPU First Travel berujung perdamaian itu  memiliki utang terlampau besar mencapai Rp984,12 miliar milik 59.801 calon jamaah dan 7 vendor, dan 96 karyawan perusahaan itu tergolong sulit dicarikan solusi sehingga membutuhkan energi tenaga, pikiran yang besar

Pengurus kemudian membuat website kreditur First Travel sebagai saluran informasi kepada kreditur, mulai berisikan tahap-tahap proses PKPU, pengumuman rapat kreditur dan pendaftaran tagihan dan penyampaian proposal perdamaian.

Sangat repot apabila dengan jumlah kreditur yang sangat banyak tersebut, mereka harus ke gedung pengadilan atau kantor pengurus.

Padahal, kreditur tidak hanya berada di Jakarta saja, tetapi tersebar di sejumlah daerah. Dampaknya besar, informasi bisa diperoleh para kreditur kapan saja dan di mana saja.

Kepada saya melalui wawancara daring, Sexio berujar kehadiran website tersebut sebagai terobosan yang belum banyak dilakukan oleh pengurus lain ketika itu.

Sebelum wawancara ini berlangsung, Sexio sedang menjalani seminar webinar bertemakan arbitrase.

Masa pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara termasuk Indonesia, memaksa orang untuk tidak bertemu sehingga webinar adalah cara terbaik bisa berkomunikasi tanpa harus berkontak fisik.

Webinar dengan teknologi perangkat lunak seperti itu, kata Sexio, memang sudah waktunya diterapkan termasuk dalam sistem peradilan di Indonesia.

Karena itu, Sexio begitu senang jika sistem peradilan Indonesia mempunyai terobosan baru sesuai dengan perkembangan jaman.

Dalam terobosan perkara lain, pemilik kantor hukum Sidqi & Sidqi Advocates yang telah berprofesi sebagai pengacara sejak 14 tahun lalu ini mengutarakan ada sengketa lain yang membuatnya terkesan yaitu gugatan membuka kembali perkara kepailitan PT Jaya Nur Sukses.

Pengajuan gugatan pada pertengahan Juni 2019 lalu terhadap perusahaan pengembang itu sebagai gebrakan baru dalam perkara kepailitan di Indonesia.

Gugatan pembukaan kembali perkara kepailitan Nur Jaya Sukses terjadi karena semenjak dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 26 Desember 2012 lalu, perusahaan tidak mengajukan permohonan rehabilitasi kepada pengadilan karena masih memiliki sisa tagihan utang kepada Hutama Karya dan PT Bina Mandiri Ksatria Sakti.

Gugatan tersebut, akhirnya diterima oleh pengadilan untuk berlanjut pada persidangan. Dengan diterimanya gugatan membuka perkara kembali oleh pengadilan, menurut Sexio, satu sejarah baru di peradilan di Indonesia.

“Itu adalah terobosan dari kami, dan pionir dalam membuka perkara kepailitan itu,” kata Sexio, Rabu (3/6/2020).

sidqi and sidqi

Pria kelahiran Semarang ini mengatakan pembukaan kembali perkara itu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak ditujukan kepada Sexio dan rekan-rekannya.

Litigasi Komersial
Sexio mengatakan sebagai pengacara litigasi selama ini dia tidak hanya berkecimpung di bidang PKPU dan kepailitan saja. Berbagai perkara perdata lain pernah ditanganinya.

Korporasi besar dan kecil, mempercayakan Sexio untuk menangani perkaranya. Kliennya mulai dari bank asing, bank yang terdaftar di lantai bursa, perusahaan pembiayaan terbuka, korporasi dana pensiun, perusahaan konsultan pemasaran dan bisnis yang bergerak di bidang manufaktur.

Usai lulus dari FH UII, Sexio malang melintang meniti karir di berbagai kantor hukum sebelum mendirikan kantor hukum sendiri pada 2014 lalu.

Dia pernah memperkuat barisan kantor hukum Freddy Simatupang and Partners dan Junaidi Tirtanata & Co. Bahkan di kedua kantor hukum tersebut, Sexio mengemban jabatan sebagai pengacara senior.

Tak pelak, dengan jam terbang dalam menangani perkara semakin banyak berkontribusi bagi wawasannya sebagai pengacara yang kian luas. Sebagai pengacara berkecimpung selama 14 tahun, tidak cukup hanya menguasai satu pengetahuan saja tentang perkara perdata.

Perkara yang ditangani pun beraneka macam. Dia pernah pula menangani perkara lain sebagai kuasa hukum dana pensiun persero.

Sexio mengatakan perkara di perusahaan itu terkait gugatan direksi terhadap komisaris. Perkara ini juga baginya sangat berkesan. Selain dengan menggugat komisaris di pengadilan, di satu sisi direksi lain melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengganti jajaran direksi yang baru.

Banyak perkara lain yang ditangani oleh Sexio dikabulkan oleh majelis hakim. Baginya, hal itu tidak lepas dari kemauan tinggi Sexio mempelajari perkara yang dihadapinya.

Dia mengutarakan, pengetahuan yang luas tentang litigasi mesti dilahap oleh pengacara mana saja. Itu merupakan modal untuk menangani perkara-perkara lainnya.

Pengacara, kata Sexio, wajib paham Undang-Undang (UU) Perseroan Terbuka, UU Ketenagakerjaan, UU Perseroan Terbatas, UU Pasar Modal dan UU lainnya termasuk non litigasi. Dengan begitu akan mudah bagi pengacara beradu argumen dengan pihak lawan dalam menangani perkara.

Maka dari itu, kantor hukumnya menyediakan berbagai layanan penanganan perkara dari arbitrase, persaingan usaha, perbankan kepailitan dan PKPU, pasar modal, litigasi komersial, litigasi kriminal, sumber energi, hubungan industrial, kekayaan intelektual, properti hingga sengketa antar keluarga.

Tinggalkan Balasan