Ruben Samuel Onsu, Jessy Handalim, Benny Sujono dan Yangcent Berebut Bensu

Yanuarius Viodeogo

Empat hari lalu, sahabat berprofesi konsultan kekayaan intelektual mengirim pesan Whatsapp kepada saya tentang berita dari salah satu media online yang mengupas sengketa merek dialami artis Ruben Samuel Onsu.

“Tentang Bensu ini, jadi ingat tahun lalu (2019) sebagai topik yang selalu kita obrolin,” balas saya kepadanya, Minggu (14/6/2020).

“Ya ramenya baru sekarang.” Begitu balasnya.

Semenjak keputusan kasasi Mahkamah Agung (RI) yang menolak permohonan Ruben Samuel Onsu bertebaran dan viral di media sosial, membuat memori kami kembali ketika artis dari suami Sarwendah itu bertarung memperebutkan merek Bensu dengan Jessy Handalim dimulai September 2018 hingga Februari 2019 lalu. 

Sebelum persoalan rebutan merek dagang terkait bunyi nama bensu antara Ruben Samuel Onsu dan Benny Sujono menjadi hangat belakangan ini, artis tersebut bersengketa di pengadilan melawan Jessy Handalim.

Saya mengikuti dari awal perjalanan awal hingga akhir perkara tersebut untuk harian Bisnis Indonesia. Perkara No. 48/Pdt.Sus-HKI/Merek/2018/PN Niaga Jkt.Pst itu didaftarkan Ruben Onsu pada 25 September 2018.

Ruben menggugat dengan isi petitum bahwa singkatan nama penggugat Bensu adalah singkatan nama orang terkenal.

Dengan begitu, menurutnya, geprek Bensu adalah merek terkenal. Selain itu, dia menyatakan sebagai pendaftar merek Bensu dan mempunyai hak tunggal atau khusus memakai merek tersebut.

Tuntutan terakhir masih pada perkara itu meminta pengadilan agar menyatakan merek Bensu terdaftar oleh tergugat dengan No. IDM000622427 dalam kelas 43 dibatalkan atas nama Jessy Halim dibatalkan karena merupakan singkatan nama terkenal miliknya sebagai penggugat.

Bensu dari Jessy Handalim atau Halim adalah singkatan nama Bengkel Susu. Jessy merupakan warga yang beralamat di Bandung, Jawa Barat.

Kelas 43 yang terdaftar atas nama Jessy Halim di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) meliputi kelas jasa bar, kafe, kantin, katering, penyewaaan kursi, meja, taplak meja, peralatan terbuat dari kaca, restoran, restoran swalayan, kafetaria, tempat makan yang menghidangkan kudapan dan penyewaan dispenser air minum.

Dalam agenda putusan, pengadilan mengadili gugatan Ruben Onsu tidak dapat diterima pada 7 Februari 2019.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebanyak mengatakan kepada saya bahwa merek Bensu atas nama kliennya adalah merek terkenal.

Sehingga, kata Minola, pendaftaran pertama kali atau first to file oleh Jessy Handalim ke DJKI tidak berlaku.

Setelah putusan tersebut, Mantan Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Fathlurachman mengatakan Ruben Onsul telah membeli merek Bensu milik Jessy Handalim.

“Merek itu sekarang dialihkan [Jual beli merek dalam UU Merek],” kata Fathlurachman (27/6/2019).

Perebutan merek via pengadilan tidak selesai di Jessy Handalim saja.

Ruben Onsu juga bertarung di pengadilan melawan Benny Sujono dan Yangcent. Setidaknya ada 5 perkara lain perebutan kata Bensu selain dengan Jessy Handalim. 

Perkara terkait Ruben Onsu juga masih dengan pihak-pihak yang sama. Mereka saling bergantian menggugat dan digugat.

Perkara kedua antara PT Ayam Geprek Benny Sujono atau Ayam Geprek Bensu (penggugat) terhadap Ruben Samuel Onsu (tergugat).

Benny Sujono mengajukan pendaftaran gugatan pada 20 Agustus 2019 dengan perkara No. 55/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst.

Dia menuntut kepada pengadilan agar menghukum tergugat untuk menghentikan kegiatan produksi, peredaran, atau perdagangan barang dan jasa bisnis makanan merek Geprek Bensu atau disebut juga I Am Geprek Bensu by Ruben Onsu milik tergugat.

Perkara ini berakhir dengan putusan dicabut oleh Benny Sujono pada 28 Agustus 2019.

Perkara ketiga, Ruben Onsu menggugat Benny Sujono dan DJKI sebagai turut tergugat pada 23 Agustus 2019 dengan pendaftaran No. 57/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst.

Ada perbedaan gugatan dari Ruben Onsu di perkara ini selain menyatakan sebagai pendaftar pertama dan pemilik satu-satunya yang sah atas merek Bensu di Indonesia dan mempunyai hak tunggal untuk memakai merek tersebut.

Ruben menyatakan merek I Am Geprek Bensu Sedep Beneerrr + Lukisan, dengan pendaftaran No. IDM000643531 kelas 43 milik Benny Sujono memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek Bensu miliknya.

Dalam putusan pada 13 Januari 2020, majelis hakim menolak gugatan Ruben Onsu secara keseluruhan.

Pengadilan mengabulkan gugatan Benny Sujono sebagai penggugat rekonpensi dengan menyatakan pemilik dan pemakai pertama yang sah atas merek I Am Geprek Bensu Sedep Beneerrr + lukisan di DJKI.

Hakim mengadili juga merek atas nama Ruben Onsu mempunyai persamaan dengan merek PT Ayam Geprek Benny Sujono kelas 43 nomor pendaftaran IDM000643531.

Ada 6 merek milik Ruben Onsu yang terdaftar di DJKI memiliki persamaan. Merek-merek itu mencakup IDM000643590 diterima pada 24 Agustus 2017, IDM000643594 diterima 24 Agustus 2017, IDM000643587 diterima pada 31 Agustus 2017, IDM000643595 diterima pada 3 April 2018 dan IDM000643589 diterima pada 25 Juni 2018.

Ruben Onsu kemudian mengajukan kasasi dan kalah oleh putusan hakim MA.

Perkara ke-4, Ruben Onsu menggugat Yangcent dan Direktorat Merek dan Indikasi Geografis.

Perkara No. 56/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga Jkt.Pst ini terdaftar pada 23 Agustus 2019 di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Majelis kembali menolak gugatan tersebut dan menyebutkan merek Ruben Onsu memiliki persamaan dengan merek yang digugatnya.

Ruben mengajukan kasasi pada 20 Januari 2020, tetapi MA menolak permohonan tersebut. Permohonan kasasi ini yang menjadi viral di media massa online.

Perkara ke-6 Benny Sujono menggugat Ruben Onsu pada 28 Agustus 2019 dengan perkara No. 58/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/PN Niaga.

Terakhir, Benny Sujono menggugat Ruben Onsu pada 28 Februari dengan perkara No. 16/Pdt.Sus-HKI/2020/PN Jkt.Pst.

Perkara ini memiliki tuntutan tambahan dan sedikit berbeda dengan gugatan sebelumnya.

Benny meminta kepada pengadilan agar menghukum Ruben Onsu untuk menghentikan segala kegiatan membuat atau memproduksi, menggunakan, memperdagangkan dan mengedarkan makanan atau minuman dari bisnis miliknya yang menggunakan kemasan kota pembungkus dengan hak desain industri kotak kemasan makanan.

Kotak kemasan itu telah terdaftar dengan nomor IDD000049596 pada 20 Juli 2018 atas nama Ruben Samuel Onsu.

Dalam pokok perkara menuntut supaya pengadilan memutuskan penggugat sebagai pihak pertama yang membuat dan memproduksi pendesaian pertama yang memperkenalakna desain kemasak kota pembungkus makanan atau minuman dengan merek I Am Geprek Bensu Sedep Beneeerrr atau biasa disebut I Am Geprek Bensu.

Perkara ini masih dalam perjalanan persidangan.

Tinggalkan Balasan