Mengenang Wim Cycle, Salah Satu Raja Sepeda yang Pailit

Surat Dari Penggemar Wim Cycle

Yanuarius Viodeogo

Sempat berhasil menyelesaikan proses restrukturisasi utang melalui jalur pengadilan, produsen sepeda pembuat merek Wim Cycle harus rela mengalami vonis pailit.

Kabar itu datang dari pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Rifwaldi Rivai M. Noer kepada saya, Senin (29/6/2020) malam.

Rivai mengatakan penyebab pailit karena salah satu vendor dan serikat buruh mengajukan pembatalan perjanjian perdamaian yang sudah disepakati bersama dikabulkan pengadilan .

“Betul [pailit]. Kami sudah berusaha menyelamatkan tetapi apa mau dikata,” kata Rivai, pengurus PKPU yang ditunjuk Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menangani restrukturisasi utang Wim Cycle.

Pabrikan Wim Cycle, ujarnya, belum membayar kewajiban kepada sejumlah kreditur sesuai perjanjian perdamaian.

Informasi dari Rivai itu membuat sedih karena saya merupakan salah satu generasi yang dulu ketika sekolah dasar dan menengah pertama memiliki sepeda yang pernah merajai industri perengkolan di tanah air itu.

Sangking terkenal merek Wim Cycle, orang tua membelikan sepeda dengan merek yang dibuat oleh PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries ini.

Masa-masa kecil saya, sempat ditemani oleh sepeda tersebut. Ke sekolah, ramai-ramai mengunjungi rumah teman saat hari raya lebaran, dan natal, dan ke warung kala diminta orang tua membelikan kebutuhan dapur, pada era sebelum tahun 2000.

Teman-teman yang lain seperti itu tentu, bukan?

Padahal, saya berharap Wim Cycle kembali pentas lagi setelah berhasil melewati masa suram di lingkaran restrukturisasi utang PKPU.

Kisah kenapa Wim Cycle berada di dalam masa PKPU, saya pernah tulis di blog ini dengan judul Sempat Dililit Utang Rp700-an Miliar, Wim Cycle Lolos PKPU.

Wim Cycle sudah lolos PKPU karena hadir perusahaan dari Hongkong bernama Scorpion Enterprise yang mau membayar utang Wijaya Indonesia Makmur kepada krediturnya.

Tentu dengan terwujudnya homologasi perdamaian, timbul harapan sepeda ikonik itu diproduksi lagi dan berdampingan dengan merek-merek terbaru sepeda sekarang ini.

Bersanding juga dengan para pengayuh sepeda dari berbagai kalangan umur yang mulai ramai muncul usai pandemi Covid-19 di jalan-jalan raya dan saya membayangkan ada merek Wim Cycle di sana.

Terbayang pula, Wim Cycle turut memproduksi sepeda lipat yang sedang digandrungi masyarakat.

Namun, mungkin saat ini sirna harapan itu karena Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries pensiun.

Semoga ada yang membeli merek tersebut dan mempertahankannya, sehingga bisa mengembalikan kenangan masa kecil saya dengan merek itu.

Tinggalkan Balasan