Strategi Pilih Ban Bisnis Logistik Ala Hankook Tire

  • Post author:
  • Post category:Ragam
  • Post comments:0 Comments
hankook tire


Yanuarius Viodeogo

Pemilihan ban kendaraan untuk tipikal bisnis transportasi logistik memang tidak boleh sembarang beli. Apalagi di saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Antisipasi krisis guna menjalani efisiensi biaya produksi pada aktivitas bisnisnya patut menjadi perhatian pelaku bisnis. Ban oleh sebagian oleh pelaku bisnis tidak masuk dalam penghitungan biaya.

Padahal, pemakaian ban termasuk dalam biaya tidak tetap selain bahan bakar, dan konsumsi oli.

Pemakaian ban merupakan salah satu yang mesti diperhatikan dalam menekan biaya operasional bagi kendaraan niaga truk, kargo, dan kontainer.

Hankook Tire Sales Indonesia, distributor Hankook Technology Group produsen ban dari Korea Selatan menilai dengan perhitungan dan strategi yang jitu maka dapat menghemat biaya operasional kendaraan dalam penetapan perencanaan biaya.

Hankook ban memiliki empat kantor pusat regional, 30 cabang penjualan, 5 pusat R&D dan 8 lokasi produksi di seluruh dunia dengan 80% total penjualan ke pasar internasional.

National Sales Manager Truck and Bus Radial (TBR) PT Hankook Tire Sales Indonesia Ahmad Juweni mengatakan biaya ban seringkali tidak begitu dianggap berpengaruh pada biaya operasional karena biasanya pelaku usaha hanya memperhitungkan harga beli ban saja.

“Padahal, dengan strategi pemilihan produk dan penghitungan biaya yang tepat, sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya operasional kendaraan,” kata Ahmad, Jumat (29/5/2020).

Menurutnya, penghitungan biaya penggunaan ban mencakup cost per kilometer (CPK) sebelum memutuskan membeli ban.

Hitungannya adalah harga satu unit ban dibagi jarak tempuh (kilometer) perjalanan yang ditargetkan.

Dari nilai itu diperoleh biaya per kilometer untuk satu ban, selanjutnya dikali dengan jumlah ban pada kendaraan tersebut.

Setelah itu, konsumen mendapatkan forecast CPK dan perhatikan fitur-fitur pada ban untuk mendapatkan jarak tempuh yang paling maksimal.

“Karena fitur tersebut untuk menentukan kualitas performa ban dan usia ban,” kata dia.

Biaya ban diprediksi memakan 20-25% dari proporsi biaya operasional kendaraan secara keseluruhan selain bahan bakar, oli, suku cadang dan biaya perawatan kendaraan lainnya.

Dalam memenuhi kebutuhan logistik, Hankook ban memiliki produk ban Truck and Bus (TBR) AH30.

Produk ban Hankook ini adalah inovasi terbaru penyempurnaan dari produk AH85 yang sudah unggul bertahun-tahun mempunyai reputasi baik. Seperti, tapak (footprint) dioptimalkan untuk mencegah aus tidak teratur sehingga telapak usia ban lebih lama.

“Profil ban radial AH30 didesain serbaguna untuk semua posisi ban sehingga pelanggan tidak perlu khawatir untuk menghadapi berbagai kondisi permukaan jalan,” kata Ahmad.

Dalam ban Hankook AH30, Hankook Tire menghadirkan teknologi sistem senyawa campuran yang baru, innovation mixing system (IMS) untuk meminmalisir pemutusan rantai polimer dan oksidasi.

Senyawa itu tersambung pada polymer yaitu senyawa silika dengan dispersi tinggi untuk memungkinkan pengemudi mendapatkan pengalaman berkendaraan yang baik dengan hambatan gulir rendah, tingkat daya cengkram tinggi dari karbon hitam.

Hankook Tire menyatakan pelanggan paling banyak menggunakan jenis ban 10.00R20 dan 11.00R20 yang tersedia di seluruh distributor.

Bersama jaringannya, Hankook Tire tidak ingin mengecewakan pelanggan dengan memberikan rekomendasi pemilihan produk yang tepat sesuai dengan operasional masing-masing kendaraan.

Hankook Tire menegaskan kepada jaringan distributor strategi manajemen perawatan ban sangat penting diinformasikan kepada pelanggan.

Dengan pengetahuan perawatan ban yang minim menyebabkan biaya perbaikan bisa tinggi karena kerusakan muatan, biaya derek dan perbaikan lainnya.

Hankook ban mendukung efisiensi biaya operasional pelanggan dengan perawatan ban yang dapat dipetakan untuk pencegahan mulai dari perawatan rutin, perawatan atas kerusakan.

Mulai dari pre sales service dengan memerikan rekomendasi pemilihan produk yang tepat oleh para jaringan distributor dengan operasional masing-masing kendaraan.

Tahap selesai penjualan, dengan menyediakan tire maintenance audit atau analisa penggunan dan perawatan ban dengan melakukan pemeriksaan berkala secara acak pada beberapa ban yang terpasang dan yang sudah dilepas.

Tinggalkan Balasan