Matsunaga Manufacturing Menang Peninjauan Kembali

Matsunaga vs Promatsunaga

Yanuarius Viodeogo

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Lie Senihian dalam memperebutkan merek dagang Promatsunaga melawan Matsunaga Manufacturing Co.Ltd.

Dalam putusannya majelis hakim diketuai Takdir Rahmadi menyatakan bahwa alasan PK dari Lie Senihian (pemohon) tidak dapat dibenarkan karena MA tidak melakukan kekeliruan dalam putusan kasasi.

Hakim mengutarakan bahwa merek Matsunaga milik Matsunaga Manufacturing (termohon PK) sejak 27 Maret 1971 yang terdaftar di Indonesia.

Matsunaga Manufaturing adalah perusahaan selain memproduksi stabilizer juga memproduksi kursi roda berdomisili di Jepang. Perusahaan ini memiliki pabrik di Sanghai China.

Lie Senihian memiliki produk dengan produk merek Promatsunaga yang terjual di toko online di Indonesia berupa barang stabilizer dan trafo.

“Termohon sejak 1971 telah aktif menggunakan merek Matsunaga dalam kegiatan usahanya dan merek milik pemohon PK [Lie Senihian] mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek milik Matsunaga sehingga dapat mengecoh konsumen,” kata hakim dari berkas putusan.

Para hakim memutuskan perkara tersebut pada 31 Juli 2019 dan diunggah di Direktorat Putusan MA pada 11 Desember 2019. Sebagai hakim pendamping yakni I Gusti Agung Sumanatha dan Nurul Elmiyah.

infografis rebutan merek matsunaga

Dengan pertimbangan itu, maka MA berpendapat permohonan pemeriksaan PK yang diajukan Lie Senihian tidak beralasan sehingga harus ditolak.

Perkara ini telah saya tulis di Bisnis Indonesia sebelumnya, bermula ketika Matsunaga Manufacturing menggugat Lie Senihian di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan perkara No. 47/Pdt.Sus-HKI/Merek/2016/PN Pn.Jkt.Pst.

Gugatan dari Matsunaga Manufacturing dengan alasan sebagai pendaftar dan pemegang hak pertama yang sah di Indonesia sehingga mempunyai hak tunggal atau khusus untuk memakai, memproduksi dan mengedarkan barang-barang dengan merek Matsunaga untuk jenis barang di kelas 9.

Merek itu memiliki sertifikat dengan nomor 098857 pada 27 Maret 1971, diperpanjang berdasarkan sertifikat merek No. 156136 pada 30 April 1981, diperpanjang berdasarkan sertifikat Merek No. 280300 pada 23 September 1992 diperpanjang lagi dengan sertifikat merek No. 515003 pada 23 September 2002.

Adapun untuk nama Matsunaga dan M Logo tercantum pada sertifikat merek No. 186259 pada 4 Oktober 1984 dan diperpanjang pada 4 Oktober 1994 dengan sertifikat merek No. 341940.

Selain itu, Matsunaga dan logo bersertifikat merek No. IDM000503466 pada 9 Februari 2012 berlaku sampai 9 Februari 2022.

Kuasa hukum Matsunaga Manufacturing Michel Antonio Rako mengatakan tergugat Lie Senihian menggunakan merek yang memiliki persamaan pada pokok pada merek Pro Matsunaga dan logo dengan milik kliennya.

Merek Pro Matsunaga telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan No. IDM000491467 pada 6 Maret 2013 dan Matsunaga dengan No. IDM000443216 pada 21 Desember 2012.

Matsunaga Manufacturing meminta supaya pengadilan memerintahkan DJKI membatalkan merek-merek Lie Senihian dalam berita resmi merek.

Sebagai tergugat, Lie Senihian keberatan dengan gugatan dari Matsunaga Manufacturing dengan mengajukan ekspesi, dengan isi penggugat tidak mempunyai kapasitas mengajukan gugatan pembatalan karena bukan subjek atau pihak yang berkepentingan.

Eksepsi lain Matsunaga Manufacturing bukan sebagai pemilik merek yang tidak terdaftar.

Namun demikian, pengadilan dalam putusan mengabulkan gugatan penggugat dan memerintahkan turut tergugat untuk tunduk dan taat pada putusan pengadilan dengan membatalkan pendaftaran merek-merek tergugat Pro Matsunaga dan lukisan.

Tidak puas atas putusan itu, Lie Senihian mengajukan kasasi dengan perkara No. 972 K/Pdt.Sus-HKI/2017 tetapi kembali ditolak oleh MA pada 12 September 2017.

Walau sudah ditolak lagi tingkat kasasi, Lie Senihian tidak menyerah begitu saja. Dia mengajukan PK pada 17 Januari 2018.

Lie punya alasan mengajukan PK karena menciptakan dan pemilik sah merek Promatsunaga. Merek itu sudah terdaftar di DJKI untuk kelas 9 barang stabilizer dan trafo pada 6 April 2011 dengan masa perlindungan 10 tahun.

Dalam memori PK merek Matsunaga adalah merek LS46OL atas nama Toyota Jidosha Kabushiki Kaisha berdagang atas nama Toyota Motor Corporation.

Selain itu, perpanjangan merek IDM000186259 dikeluarkan oleh Direktorat Merek untuk merek Andalan atas nama David Darma yang diajukan dan diterima pada 19 Juni 2007 terdaftar pada 20 November 2008.

Merek Andalan di kelas 32 untuk barang air mineral, minuman sari buah atau juice dan minuman lain tidak beralkohol.

Tinggalkan Balasan