Rantang Lokal Diperebutkan Perusahaan Dari Orlando

Yanuarius Viodeogo

Satu rumah biasanya memiliki perkakas makanan panci susun atau sebagai bahan koleksi dalam lemari makanan.

Penggunaannya yang praktis juga menjadikan perabotan favorit saat piknik. Sebagian orang tidak bisa lepas untuk wadah makanan anti ribet itu dengan mengoleksi rantang sebagai bekal ke kantor atau sekolah.

Di dalam rantang berisi beragam sayur dan lauk, tidak satu wadah dengan sumber karbohidrat seperti nasi, roti dan lainnya.

Ternyata rantang bukan sekadar berfungsi menyimpan aneka menu makanan. Siapa kira, wadah penyimpanan ini juga bisa berujung ke ranah peradilan.

Sengketa hukum itu terjadi antara Dart Industries Inc, produsen perabot makanan dengan brand ikonik Tupperware berhadapan dengan PT Citra Jaya Plastik, pada Oktober 2018 lalu.

Sengketa ini menarik untuk ditulis karena rantang menjadi rebutan di ranah hukum. 

Dart Industries, perusahaan dari Orlando Amerika Serikat ini keberatan dengan rantang yang dibuat oleh Citra Jaya Plastik dengan merek Rantang Citra.

Saya menelusuri Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Dart Industries menggugat Citra Jaya Plastik dengan perkara 49/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2018/PN Niaga Jkrt.Pst pada 27 September 2018.

Menurut Dart Industries, rantang buatan Citra Jaya Plastik memiliki persamaan dengan rantangnya yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Rantang yang didaftarkan oleh Dart Industries mencakup No. IDD000043424, IDD000043425, IDD000043427 dan IDD000043428.

Dart Industries membuat aneka tempat makan dan minum untuk dijual ke Indonesia. Mereka masuk ke Indonesia pada 1991 dengan menujuk secara resmi sebagai distributor PT Alif Rose Jakarta. Sekarang Dart Industries memiliki 73 distributor resmi dan gudang penyimpanan produk di Cikarang, Medan, Surabaya dan Balikpapan.

Kembali ke perkara, Dart Industries meminta kepada pengadilan melalui tuntutannya memerintahkan Citra Jaya Plastik menghentikan semua perbuatan produksi, penjualan, pendistribusian, dan promosi produk bernama Rantang Citra.

Sebagai penggugat menuntut pula kepada tergugat menyerahkan persediaan produk apabila masih terjual dan tersimpan untuk keperluan penghancuran.

Tuntutan lain Citra Jaya Plastik mesti menghapus semua gambar atau foto produk Rantang Citra dalam setiap katalog produk, media promosi produk Citra Jaya Plastik dan online shopping platform di internet.

Dart Industries juga menuntut secara ganti rugi total mencapai Rp375 juta meliputi Rp125 juta ganti rugi materiel dan imateriel sebanyak Rp250 juta. Selain itu, ganti rugi sebanyak Rp1 juta per hari jika tergugat tidak memenuhi isi putusan perkara a quo.

Dalam perjalanan waktu setelah melewati waktu lebih dari 2 bulan, Dart Industries menarik gugatan alias mencabut perkara.

Pengadilan mengabulkan gugatan permohonan pencabutan gugatan pada 19 Desember 2018.

Tinggalkan Balasan