Racikan Jamu Erna Bikin Pasar Daun Mas Kian Lebar

  • Post author:
  • Post category:Ragam
  • Post comments:0 Comments
Pelatihan pembuatan jamu
Pelatihan pembuatan jamu. Sumber: www.daunmas.co.id

Yanuarius Viodeogo

Tidak mudah bagi Erna Setiyawati merintis bisnis rempah-rempah dan kini sukses memiliki 30 produk jamu.

Selain itu, berkat kerja kerasnya dia sering diundang sebagai pelatih workshop pembuatan jamu dan mempunyai ratusan mitra binaan tersebar di berbagai daerah. Semua diraih melalui proses yang berat.

Jatuh bangun adalah hal yang biasa kala Erna merintis bisnis jamu hingga bertarung menghadapi brand-brand jamu yang sudah eksis bertahun-tahun sebagai langganan masyarakat.

Erna adalah pemilik brand jamu Daun Mas, perusahaan yang fokus memproduksi obat herbal dengan aneka bahan baku mudah diperoleh di pasar tradisional.

Mulai dari jahe, daun kayu manis, cengkeh, pala, temulawak, ketumbar, lada putih, kencur dan akar sere.

Sejumlah bahan baku yang jarang kita kenal pun bisa diolahnya menjadi ramuan yang berkhasiat berkhasiat mengatasi berbagai penyakit, seperti kapulogo, meniran, stevia, rosela dan kulit manggis.

Semua bahan-bahan itu, bermetamorfa di tangannya menjadi serbuk bubuk dan kapsul.

Sejak merintis usaha pada 2016, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Herbal se-Jawa Barat ini mempelajari secara detik untuk mengolah bahan-bahan tersebut.

“Jamu itu punya efek samping, kalau tidak sesuai [racikan], tidak terbiasa meracik. Tidak sembarang meracik jamu. Memang kecil efek sampingnya, tetapi tidak baik juga lama-lama untuk tubuh,” kata Erna.

Hal itu dikatakannya dalam acara live Instagram (IG) yang diselenggarakan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati, Sabtu (16/5/2020). Prihantoro, External Communications Head Corporate Communications & Investor Relations PT Bank Sahabat Sampoerna, sebagai host acara itu.

daun mas

Sumber foto: IG GriyaSehatDaunMas

Wawasan meracik rempah-rempah itu diperoleh Erna baik otodidak hingga ke tangga pendidikan khusus ilmu kesehatan.

Tidak cukup belajar formal sekali saja, dia memutuskan studi formal lagi khusus di bidang kesehatan masyarakat guna mendalami bidang medis rempah atau biasa dikenal empon.

Baca: Ketumbar Bikin Imun Tubuh Meningkat

Erna bercerita setelah menamatkan pendidikan sarjana ekonomi, minatnya terhadap dunia perjamuan begitu besar.

Dia mulai menyemplungkan diri mengolah rempah-rempah melihat orang yang meracik jamu dan membaca buku.

Merasa wawasan tentang obat tradisional dan bisnis jamu kurang, Erna memilih untuk sekolah lagi. Dia pun mengambil pendidikan sarjana jurusan kesehatan masyarakat. Usai pendidikan itu karirnya mulai menanjak.

Pemahamannya tentang seluk beluk jamu dikombinasikan dengan belajar otodidak sebelumnya membuat kepercayaan diri bertambah. Erna rutin promosi dan menjual produk jamu kepada kerabat-kerabat terdekat.

Erna ingat pada suatu hari, ada seminar dengan topik tanaman-tanaman yang berkhasiat untuk obat. Pembicara seminar tersebut Hembing Wijayakusuma, pakar obat tradisional dan akupuntur.

“Itu momen yang membuat tidak terlupakan dan saya yakin untuk menjalani usaha ini. Saya ingat Prof Hembing mengatakan back to nature, kembali ke herbal,” ucapnya.

Kepercayaan dirinya untuk berbisnis jamu kian tinggi. Bisnisnya mulai meroket, dari hanya produksi satu produk kini sudah mempunyai 30 jenis ramuan dengan brand Daun Mas.

Namun demikian, kala bisnis mulai lancar, bukan tidak pernah mengalami penjualan seret. Seringkali satu hari, tidak ada pembeli yang melirik produk-produknya.

Selain itu, dia juga mesti bertarung dengan bisnis jamu yang sudah menjadi ekosistem industri di negara ini.

Oleh karena itu, Erna tidak hanya fokus pada produksi dan distribusi saja. Dia menggarap segmen lain seperti mengadakan pelatihan berkolaborasi dengan pemerintah baik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga Kementerian Tenaga Kerja untuk merekrut kaum yang putus sekolah dan warga yang ingin mencari penghasilan tambahan.

Lainnya, membuka kesempatan kepada orang lain menjadi mitra kerjanya dan membuka mitra angkringan jamu dengan brand Daun Mas yang tersebar di sejumlah daerah. 

Tinggalkan Balasan