100 Pengacara Top Indonesia Pilihan Asia Business Law Journal

pengadilan

Yanuarius Viodeogo

Asia Business Law Journal, anak usaha Vantage Asia sebuah penerbit independen bisnis berbasis di Hongkong merilis Indonesia’s Top 100 Lawyers 2020.

Rangkuman pemilihan Asia Business Law Journal melibatkan konsultan atau penasehat asing yang berpraktik di Indonesia.

Advokat-advokat Indonesia yang terpilih dominan berada di Jakarta sebagai pusat sentral bisnis Indonesia, pusat pemerintahan, pusat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pusat keuangan, dan inkubator perusahaan baru.

Para pengacara ini selain merupakan advokat perkara litigasi, ada pula fokus menangani perkara korporasi non konsumen dan perlindungan konsumen.

Salah satu yang masuk dalam daftar top pengacara adalah David Tobing. Pendiri kantor hukum Adams & Co  ini mengapresiasi laporan tersebut karena dianggap sebagai pengacara publik dan konsumen.

“Bersyukur saya dan kantor saya masuk. Menariknya, hampir 90 pengacara [laporan ABLJ] itu merupakan corporate lawyer [pengacara] sementara yang litigasi jarang [sedikit dalam daftar tersebut],” kata David kepada saya, Minggu (24/5/2020).

Hal menarik lainnya lagi, kata David, dalam laporan itu dia masuk sebagai pengacara yang melindungi hak konsumen berada di antara pengacara-pengacara korporasi yang tidak menangani secara langsung persoalan konsumen.

David Tobing

Baca: Dampak Covid-19, Lion Air Group Stop Terbang Hingga 31 Mei 2020

Tidak banyak masyarakat tahu, lanjut David, pengacara ada menangani perkara khusus terkait konsumen dan pengacara menangani perkara korporasi serta litigasi.

“Dulu ada mahasiswa pasca sarjana public relation yang mewawancara saya tentang personal branding. Dia kaget ketika saya bilang perkara konsumen hanya 25% kasus yang saya dan kantor tangani. Sementara 75% lain perkara korporasi dan litigasi non konsumen,” ujarnya.

Namun demikian, menurutnya, laporan dari Asia Business Law Journal sangat ketat dan bisa sebagai acuan bagi masyarakat bahwa menangani perkara bentuk pengabdiannya terhadap hukum, bukan untuk mencari sensasi.

top pengacara

Adapun pengacara lain di Indonesia yang masuk dalam top 100 itu adalah Justisiari Perdana Kusumah. Pengacara dari kantor hukum K&K Advocates ini dikenal sebagai pengacara kekayaan intelektual.

Baginya, predikat laporan itu tidak lepas dari peran sejumlah pihak termasuk media massa yang memberikan pengaruh atas penilaian Asia Business Law Journal merilis laporan top 100 pengacara Indonesia.

“Alhamdulillah ini tahun ke-3 tentu karena bantuan banyak pihak termasuk media,” terangnya.

Kantor hukum K&K Advocates merupakan firma hukum dengan fokus ranah hukum Kekayaan Intelektual, Teknologi, Media & Telekomunikasi (TMT).

Selain itu K&K Advocates menangani perkara investasi, korporasi secara umum, pelayaran dan kelautan, litigasi di pengadilan, arbitrase dan kepailitan.

Justisiari punya aktivitas lain, saat ini Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP). Lembaga nirlaba ini dibangun pada 2004 dengan fokus melawan dan memberikan solusi atas persoalan pemalsuan di Indonesia.

Justisiari

Andi Simangunsong, salah satu top 100 pengacara pilihan Asia Business Law Journal berpendapat pemeringkatan yang dilakukan media itu cukup baik.

Dengan demikian, kata Andi, laporan itu bisa menjadi acuan atau referensi pihak asing atau pengguna jasa pengacara dalam negeri sesuai kebutuhan untuk membantu permasalahan hukum yang mereka hadapi.

“Tentu saja [laporan ABLJ] referensi utama dalam bisnis pengacara sebagai kepuasan pelanggan (klien) yang disampaikan dari mulut ke mulut ke pihak yang dikenalnya yang membutuhkan jasa lawyer. Karena, bisnis ini sangat mengutamakan trust [kepercayaan],” kata pengacara dari kantor hukum AFS Partnership Lawyer ini.

Andi mendedikasikan waktunya hampir 10 tahun menjadi pengacara litigasi dan probono.

Salah satu klien yang pernah ditanganinya adalah The Petroleum Authority of Thailand Public Company Limited (PTT PCL), perusahaan minyak dan gas dari Thailand.

Tinggalkan Balasan