Wardah Tak Sekadar Penetrasi Teknologi

  • Post author:
  • Post category:Ragam
  • Post comments:0 Comments
Clarissa Gunawan, Senior Brand Manager Wardah. Foto: Yanuarius Viodeogo

Yanuarius Viodeogo

SINGAPURA — Lazada Group, perusahaan eCommerce terlihat kian serius dalam misinya pada tahun-tahun ke depan, bukan hanya ambisius menciptakan inovasi-inovasi teknologi terbaru tetapi menjaga erat hubungan para mitra pemilik brand dan penjual produk.

Wajah Clarissa Gunawan terus tersenyum, ketika menggengam piala penghargaan dari Lazada. Senior Brand Manager Wardah, sebuah perusahaan kosmetik Indonesia ini, baru saja meraih penghargaan dari Lazada.

Mewakili Wardah, dia menerima penghargaan dari Lazada karena produknya menjadi pemenang Best Product Launching, dalam ajang Lazmall Brands Future Forum, di Singapura (21/3/2019) lalu.

Menurut Lazada, penghargaan kepada Wardah karena terbaik dalam peluncuran atau lauching sebuah produk belum lama ini. Penghargaan itu bermula ketika Wardah hendak menjual produk premium terbarunya seperti BB Cushion atau blush on, Matesetter Lip Matte Paint dan City Blush Clusher Click. Pihaknya, kata Clarissa, kala itu memutar otak agar launching terkesan kepada calon pembeli sehingga tidak hanya sekadar dijual begitu saja. 

Oleh karena itu, sebelum peluncuran produk dimulai pada Agustus 2018 lalu, Wardah bersama Lazada menggelar Wardah InstaPerfect. Para calon pembeli yang ingin membeli produk-produk Wardah itu bisa melihat penggunaannya di media sosial instagramnya Wardah. 

Demonstrasi atas produk itu ditujukan kepada calon pembeli yang tidak memiliki waktu untuk mencoba tetapi penasaran atas produk tersebut.     
Alhasil, saat tiba hari peluncuran penjualan perdana, calon pembeli menyerbu aplikasi Lazada yang membuka penjualan secara online pembelian produk tersebut dan dalam waktu 13 jam saja, ketiga produk itu ludes terjual dan disiarkan secara langsung oleh aplikasi Lazada.  

“Hasilnya menggembirakan 13.000 produk terjual, padahal itu hanya untuk persiapan 1 bulan dan terpaksa kami re-stock lagi. Sama sekali kemarin tidak ada launching offline dan khusus di Lazada saja. Lazada tidak hanya platform penjualan tetapi membantu promosi dan membangun brand kami,” ujarnya. 

Clarissa mengatakan, platform digital seperti Lazada sangat penting dalam membantu penjualan produk-produk Wardah. Kendati angka penjualan produk Wardah secara online masih kecil tetapi pertumbuhannya sangat signifikan. Saat ini, total penjualan produk Wardah masih di bawah 5% secara online tetapi pertumbuhan hasil penjualan mencapai 400% dibandingkan offline, setiap tahun. 

“Selain Lazada, ada 6 partner online kami. Memang sekarang produk Wardah didominasi offline di minimarket, tetapi pertumbuhan penjualan online sangat cepat dibandingkan offline,” kata Clarissa. 

Kehadiran eCommerce untuk pasar Indonesia sangat menjanjikan. Indonesia menjadi pengguna ekonomi digital yang kian melaju pesat. Saat ini ada 150 juta pengguna internet Indonesia pada 2018. Nilai ekonomi digital negeri ini menjadi terbesar se-Asia Tenggara yang mencapai US$27 miliar bahkan menurut Google dan Temasek berpotensi tumbuh hingga US$100 miliar pada 2025.
 
Hal itu pula yang membuat Lazada kian serius melirik pasal online Indonesia. Lazada mulai 2018 lalu, mulai membangun dan menerapkan perangkat lunaknya untuk mendukung pemilik-pemilik brand sehingga penjualan produknya tumbuh. 

Dalam Lazmall Brands Future Forum (BFF) di Singapura, berlangsung 20-22 Maret 2019 lalu, Lazada memperkenalkan ciptaan inovasi perangkat lunaknya yang terbaru untuk menjawab keresahan pemilik brand dan penjual yang terkendala branding, pemasaran dan penjualan. 
Chief Executive Officer Lazada Group, Pierre Poignant mengatakan Lazada memiliki solusi pemasaran yang dijadikan satu paket sebagai platform pelayanan bisnisnya. Dia menyebutnya Lazmall, yaitu keberadaan brand dan seller dibantu terhubung langsung dengan pelanggan. 

“[Di dalamnya] kami membantu brand dan seller melalui tampilan mendapatkan prioritas untuk halaman muka toko, serta slot promosi tambahan melalui fitur pencarian. Ada alat sosial memungkinkan komentar langsung di siaran langsung dan melibatkan pelanggan kami seperti game,” ujarnya. 

Dengan demikian, informasi yang tersaji selalu terbarukan dan membuat brand dan seller dapat mengambil keputusan bisnis secara cepat dan membuat mereka lebih gesit dalam melayani kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Namun, Presiden Lazada Group, Jing Yin menilai ada hal terpenting lainnya yaitu pembangunan infrastruktur logistik. 

Dia mengatakan, Lazada akan berinvestasi terus pada sistem pergudangan paling ekstensif di kawasan Asia Tenggara sebagai pasar Lazada. Pihaknya akan membuka gudang seluas 12 lapangan sepak bola berukuran standar di Thailand pada tahun ini dengan penyimpanan cepat, tanpa kerumitan, pengemasan sekaligus pengiriman dengan batas waktu keterlambatan dan tarif lebih rendah. 

“Fakta menarik, Lazada sekarang memiliki 31 gudang di seluruh Asia Tenggara, dengan mengirim lebih dari 1 juta paket di seluruh Asia Tenggara dalam satu hari,” kata Jing. (Bisnis Indonesia)

Tinggalkan Balasan